Minggu, 12 April 2026

Melihat Tren Perilaku Belanja Online Jelang Ramadan, Mana e-Commerce Pilihan Pengguna?

Lembaga Snapcart melakukan survei konsumen berjudul "Tren Perilaku Belanja Online Sambut Ramadhan 2023" yang diikuti 1.000 responden usia 20-35 tahun.

|
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi belanja online. 

SURYAMALANG.com - Ramadan 2023 tinggal menghitung hari. Seperti biasa, antusiasme masyarakat Indonesia untuk mempersiapkan segala sesuatu menjelang Ramadan cukup tinggi.

Hal ini ternyata juga berdampak pada meningkatnya aktivitas belanja online. Dalam dua tahun terakhir, tren belanja online memang terus berkembang.

Kebutuhan Ramadan dan Lebaran turut mempengaruhi tingginya minat masyarakat dalam berbelanja online.

Karenanya, tak heran kalau para pemain e-commerce pun makin gencar berbenah untuk mempersiapkan program-program Ramadan yang menarik dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan.

Lembaga Snapcart pun melakukan survei konsumen berjudul "Tren Perilaku Belanja Online Sambut Ramadhan 2023" selama tiga bulan. Survei ini diikuti 1.000 responden berusia 20-35 tahun dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry menyampaikan, survei tersebut diharapkan mampu memperlihatkan perkembangan peta persaingan e-commerce yang makin menarik menjelang Ramadan 2023.

“Dalam dua tahun terakhir, tren belanja online juga terus berkembang, mulai dari faktor yang dicari saat berbelanja, pilihan promo yang dimanfaatkan hingga berbagai cara baru atau fitur yang muncul untuk melengkapi pengalaman berbelanja," tutur Astrid.

Hal tersebut, tuturnya, bisa memengaruhi perilaku berbelanja masyarakat. Utamanya menjelang Ramadan dan Lebaran.

e-Commerce mana yang jadi favorit pengguna?

Tren Perilaku Belanja Online jelang Ramadan 2023.
Tren Perilaku Belanja Online jelang Ramadan 2023.

Riset yang dilakukan Snapcart ini melibatkan 4 pemain e-commerce yang memiliki konsumen terbanyak, yaitu Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop.

Pada survei tersebut, terdapat 4 indikator utama yang dapat menggambarkan persebaran preferensi konsumen dalam memilih platform e-commerce untuk belanja online selama 3 bulan terakhir.

Berdasarkan hasil survei, Shopee menduduki peringkat pertama dengan 4 indikator utama. Berikut keempat indikator tersebut:

1) Indikator Brand Used Most Often (BUMO) atau merek yang paling sering digunakan, sebanyak 61 persen responden memilih Shopee, diikuti Tokopedia (22 persen), TikTok Shop (9 persen), dan Lazada (7 persen).

2) Indikator merek yang paling pertama diingat atau Top of Mind, Shopee berada di puncak dengan persentase 70 persen, disusul Tokopedia (22 persen), Lazada (5 persen), dan TikTok Shop (2 persen).

3) Indikator pangsa pasar jumlah transaksi. Shopee berhasil mencatat pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi dalam tiga bulan terakhir, yakni sebesar 51 persen. Sementara urutan kedua hingga keempat, masing-masing diduduki Tokopedia (22 persen), TikTok Shop (11 persen), dan Lazada (8 persen).

4) Indikator pangsa pasar nilai transaksi, Shopee juga duduk di peringkat pertama dengan  nilai transaksi terbesar, yakni 46 persen. Diikuti oleh Tokopedia (26 persen), TikTok Shop (10 persen), dan Lazada (7 persen).

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved