Produksi Motor Listrik Akan Naik Pasca Pemerintah Tetapkan Insentif KBLBB

Produsen bakal menaikkan produksi motor listrik pasca pemerintah menetapkan insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)

Editor: Zainuddin
(KOMPAS.com/DIO DANANJAYA)
Ilustrasi motor listrik Yamaha E01 

Dua model tersebut adalah Selis E-Max yang dibanderol sekitar Rp 11,49 juta sampai Rp 23,99 juta, dan Selis Agats seharga Rp 24 juta.

SLIS menargetkan penjualan tahun ini bisa mencapai Rp 700 miliar. Jumlah itu di luar target penjualan motor bersubsidi.

Priscilla menambahkan SLIS memiliki total kapasitas produksi mencapai 12.000 unit per tahun yang memproduksi sepeda listrik dan jenis kendaraan lain di luar motor listrik.

"Perseroan optimis bisa meraih 20.000 sampai 40.000 motor listrik subsidi sampai Desember 2023," kata Priscilla.

PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) siap mengoptimalkan kemampuan produksinya.

Permintaan motor listrik akan meningkat setelah pemerintah menetapkan kebijakan bantuan subsidi untuk motor listrik.

Model motor listrik Volta yang memperoleh subsidi Rp 7 juta per unit adalah Volta 401.

Dikutip dari situs Volta Indonesia, harga Volta 401 sudah turun dari Rp 16,95 juta menjadi Rp 9,95 juta.

Direktur Utama NFC Indonesia, Abraham Theofilus mengatakan pihaknya berupaya memaksimalkan produksi motor listrik Volta.

NFCX memiliki pabrik di Semarang yang dapat memproduksi 5.000 unit motor listrik Volta per bulan.

"Kami ada rencana menambah produksi. Kami belum bisa menympaikan angkanya," kata Abraham.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved