Berita Malang Hari Ini
Dirjen Perhubungan Darat Cek Terminal Arjosari Terkait Kesiapan Angkutan Lebaran
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Drs Hendro Sugiatno MM melakukan pengecekan ke Terminal Arjosari Kota Malang, Sabtu (8/4/2023)siang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Drs Hendro Sugiatno MM melakukan pengecekan ke Terminal Arjosari Kota Malang, Sabtu siang (8/4/2023) terkait angkutan lebaran.
Dalam rombongan itu ada Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Ery Nursantari.
"Kunjungan kali ini saya mengecek kesiapan terminal, kesiapan armadanya, untuk arus mudik dan arus balik, rencana penambahan bis terutama bus AKAP berapa," jelas Hendro pada wartawan, Sabtu (8/4/2023).
Dijelaskan, lanjutnya, dari pernyataan kepala terminal ada penambahan 50 bus AKAP.
"Jadi mudah-mudahan semua bisa mengakomodir masyarakat kita yang akan mudik," katanya.
Ia menyebutkan rombongan melakukan pengecekan pada sejumlah terminal di Jawa Timur, termasuk di Malang usai dari Banyuwangi. Tentang kesiapan sarana prasarana, ia menyebutkan jika di Malang harus persiapan.
"Kalau secara nasional kita sudah siap kendaraan-kendaraan bis untuk angkutan mudik. Kesiapannya sudah dan sudah di ramp check. Kalau di Malang ini sudah dari target 140 bis di ramp check, sudah 120 yang menjalani. Jadi artinya, bus itu siap beroperasional untuk mendukung mudik," paparnya.
Sedang bus yang tidak lolos ramp check akan ditilang, kandangkan untuk tidak operasional. Ini untuk keselamatan penumpang transportasi.
Ia memiliki catatan untuk Terminal Arjosari, terutama kondisi bangunan.
"Bangunan ini ada masalah apa nanti saya pelajari dan kalau memang masalahnya sudah clear selesai, ke depan kita anggarkan untuk perbaikan di terminal. Ya kondisinya nggak layak," jawabnya.
Sebab jika kondisinya tidak kayak, masyarakat jadi tidak nyaman datang ke terminal. Sehingga orang enggan
Akibatnya, masyarakat naiknya dari pool - pool bis.
"Kan sekarang masyarakat kita butuh kenyamanan, Itu tantangan. Salah satunya adalah ini melihat tempat terminal ini, ke depan kita perbarui terminal ini agar bisa lebih nyaman," jawabnya.
Meski belum punya gambaran konsepnya bagaimana, ia melihat konsep pembangunan terminal sekarang tidak perlu besar, kecil tapi multifungsi.
"Fungsi terminal itu ke depan bukan hanya untuk bis, tapi fungsi lainnya. Mungkin di atas salah satunya buat mall, buat kegiatan masyarakat yang lain, buat cafe. Jadi terminal boleh berhenti kalau malam, tapi kehidupan terminal itu ada. Konsep itu sudah mulai kita bangun di Bandung, di Medan sudah seperti itu. Kecil kecil tapi fungsinya bukan hanya fungsi terminal, tapi ada fungsi-fungsi yang lain. Jadi masyarakat datang ke situ nyaman, ber-AC ini kan nggak ber-AC," paparnya.
"Salah satu terminal yang belum ber-AC di Malang. Di Bandung sudah kayak mall. Di Medan, masuk dingin sudah ada lounge, ruang tunggunya nyaman, ada kopi ada cafe. Kita ke depan membangun terminal seperti itu. Dan itu sudah mulai. Makanya kita datang ke sini salah satunya melihat ada masalah di Terminal Malang. Kita selesaikan nanti ke depan kita membangun agar Malang lebih bagus," pungkasnya.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.