Berita Malang Hari Ini

Universitas Ma Chung Bakal Buka D3 Optometri, Pendaftaran Dibuka September 2023

Universitas Ma Chung (UMC) Malang akan membuka D3 Optometri, atau dulunya dikenal dengan nomenklatur RO atau Refraksionis Optisien.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo, Wakil Rektor III Universitas Ma Chung yang juga merupakan rektor terpilih UMC periode 2023-2027. 

SURYAMALANG|MALANG-Universitas Ma Chung (UMC) Malang akan membuka D3 Optometri, atau dulunya dikenal dengan nomenklatur RO atau Refraksionis Optisien.

Optometri merupakan profesi perawatan kesehatan yang melibatkan pemeriksaan mata dan sistem visual yang berlaku untuk cacat atau kelainan serta diagnosis medis dan manajemen penyakit mata lainnya.

"Nomenklatur prodi RO sekarang adalah Optometri," jelas Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo, Wakil Rektor III UMC yang juga merupakan rektor terpilih UMC periode 2023-2027 dalam media gathering di Labore Coffee Eatery Malang, Rabu malam (3/5/2023). 

Optometri merupakan profesi perawatan kesehatan yang melibatkan pemeriksaan mata dan sistem visual yang berlaku untuk cacat atau kelainan serta diagnosis medis dan manajemen penyakit mata lainnya.

Nantinya prodi ini akan dimasukkan dalam Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). "Tapi nanti akan masuk ke Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes)," jelas dia.

Dikatakan, proses paling lama dalam pendirian prodi ini adalah pencarian dosennya. Sebab minimal dosennya ada lima dan harus S2. Kendalanya adalah sejauh ini lulusan RO adalah jenjang D3.

Sedang S1 ada tapi belum meluluskan. Maka perlu waktu empat tahun menyiapkan prodi ini sampai kemudian keluar SK pada April 2023 lalu. 

Dari hasil konsultasi akhirnya ditemukan SDM dosennya dimana harus punya dasar pendidikan RO dan jenjang pendidikan S2-nya bisa dari bidang lain di mana masih linier dengan mata kuliah yang diajarkan.

Ia mengisahkan proses pencarian dosen yang sangat tidak mudah. Alasan membuka prodi ini karena kebutuhannya dan ingin menyediakan tenaga optician di Malang Raya, Jatim dan Indonesia. 

"Optik nanti yang bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan harus memiliki optician. Sama halnya seperti apotek harus punya apoteker," jawab Yufra.

Data di Indonesia, banyak yang sudah mengalami gangguan mata sejak kecil. Nantinya mereka yang menekuni pendidikan di prodi ini tak hanya bisa membuat kerangka kacamata, lensa tapi sampai pemeliharaan mata dan mencegahnya. 

"Ini gabungan beberapa ilmu dan dokter spesialis mata," jawab dosen asal NTT ini. UMC akan membuka prodi ini pada semester ganjil mendatang atau September 2023. Ini akan menjadi lembaga ke 13 yang memiliki prodi ini. "Mungkin tahap pertama akan menerima 30 mahasiswa baru dulu," jawabnya. Dorongan besar membuka prodi ini dari salah satu pendiri Ma Chung yaitu pemilik Optik Internasional yang memiliki 300 cabang.

Ia berharap prodi ini bisa menjadi pilihan maba. Syaratnya tak hanya dari lulusan IPA tapi juga lainnya. "Juga tidak buta warna," jelas dia. Di Malang, baru pada perguruan tinggi ini yang memiliki prodi ini.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved