Berita Surabaya Hari Ini
Dua Orang Pasuruan Jadi Penadah Mobil Mahasiswi Ubaya, Angeline Nathania
Angeline Nathania dirampas mobilnya usai dibunuh oleh guru musik bernama Rochmat Bagus Apriatma (41). Mayat gadis itu dimasukkan dalam koper.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus dua orang Pasuruan yang menjadi tersangka penadah mobil Xpander milik keluarga mendiang Angeline Nathania, mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya).
Seperti diberitakan, Angeline Nathania dirampas mobilnya usai dibunuh oleh guru musik bernama Rochmat Bagus Apriatma (41). Mayat gadis itu dimasukkan dalam koper lalu dibuang ke jurang di Cangar, Mojokerto.
Polisi mengembangkan kasus tersebut sejak Kamis (8/6/2023) lalu. Hari itu polisi menangkap satu orang asal Pasuruan. Sehari berikutnya, polisi melaksanakan gelar perkara.
Orang asal Pasuruan itu ditengarai sehari-hari memiliki pekerjaan sebagai penadah kendaraan-kendaraan tidak jelas. Sebab saat Rochmat ketika menggadaikan mobil korban tidak diperiksa secara detail. Padahal, mobil itu di STNK jelas-jelas tertulis bukan atas nama Rochmat, melainkan Bambang Sumarjo, ayah mendiang Angeline.
Setelah melaksanakan rangkaian penyidikan tersebut, polisi ternyata menangkap lagi satu orang. Praktis, ada dua orang yang dicurigai sebagai penadah. Namun, sampai sekarang polisi masih merahasikan identitas dua-duanya.
Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Haryoko Widhi ketika dikonfirmasi nama dua orang yang dituding sebagai penadah terbilang irit bicara. Dirinya hanya memberikan jawaban inisial. Di antaranya M dan S.
"M dari Grati, S asal Nguling," kata Haryoko.
Keduanya berasal dari Pasuruan. Belum dibeberkan bagaimana M dan S dalam kasus Angeline bekerja. Hanya saja sempat diungkap polisi kalau Rochmat mendapat Rp 25 juta dari hasil menggadaikan mobil.
Ada beberapa alasan mengapa polisi masih merahasiakan identitas dua orang yang disinyalir memiliki pekerjaan sebagai penadah kendaraan-kendaraan tidak jelas. Bisa jadi dua orang ini tergabung dalam sebuah komplotan. Sangat berisiko orang-orang dalam komplotan tersebut kabur apabila identitas dua orang itu dibuka sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Angeline-Nathania-dirampas-mobilnya-usai-dibunuh-oleh-guru-musik-bernama-Rochmat-Bagus-Apriatma.jpg)