Berita Malang Hari Ini
174 Peserta Bertanding di Whisnucitra Climbing Competition Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
Sebanyak 174 peserta bertanding di kejuaraan Whisnucitra Climbing Competition (WHICCO) di Universitas PGRI Kanjuruhan, Kota Malang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM, MALANG-Sebanyak 174 peserta bertanding di kejuaraan Whisnucitra Climbing Competition (WHICCO) di Universitas PGRI Kanjuruhan, Kota Malang. Kegiatan ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpa) Whisnucitra. Pada hari kedua pertandingan, Selasa (4/7/2023) suasana di lokasi cukup ramai. Ilfi Nur Diana, Ketua Pelaksana, menjelaskan ini sudah kelima kalinya diadakan oleh UKM untuk menyosialisasikan kampus ke masyarakat umum dan menjaring atlet panjat tebing di Jawa dan Bali.
Kegiatan ini diadakan selama empat hari sampai 6 Juli mendatang. "Panjat tebing sedang trending. Bahkan atlet panjat tebing Indonesia ada yang meraih juara di tingkat internasional," kata Ilfi pada suryamalang.com di sela acara. Di acara ini ada tujuh kategori yang dilombakan yaitu U13 putra dan putri, U19 putra dan putri, kategori umum putra putri dan mapala se Jawa Bali. Dikatakan, target peserta terpenuhi karena sudah mewakili wilayah Jawa Bali.
"Dari peserta Malang juga banyak. Terbanyak peserta ada di U13 dan U19," kata mahasiswa ini. Total hadiah yang disediakan Rp 25 juta. Salah satu peserta adalah Wahyu Ragil dari Gopala Jepara. "Kalau dari arena panjat tebingnya di sini tidak terlalu tinggi. Tapi kemiringannya lumayan," kesan Wahyu usai bertanding. Untuk persiapan di lomba ini, ia mengeluarkan biaya pribadi dan latihan pada pagi dan sore. Ketinggian arena sekitar 15 meter.
"Awal saya ikut panjat tebing sejak usia 4 tahun karena ikut kakak sering latihan memanjat," cerita siswa yang baru naik kelas 3 SMA ini. Terakhir ia meraih juara 1 di Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Jawa Tengah yang lalu. "Panjat tebing itu olahraga yang menantang, meningkatkan adrenalin dan tidak boleh takut ketinggian," jelas dia. Risiko mendapat goresan sudah biasa. Sedang Alamasyah Cahya Cakradiningrat atau akrab dipanggil Salim adalah atlet panjat tebing yang pernah berlaga di WHICCO.
Kini ia dikenal sebagai atlet panjat tebing Provinsi Banten dan pernah berlaga di final PON di Papua. "Saya pernah dua kali ikut di event WHICCO," jelas pria berusia 22 tahun ini. Karena di event 2023 ada ketentuan atlet PON tidak boleh ikut di WHICCO ini, Salim membantu panitia. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya semester 6 ini pernah ikut WHICCO ke III pada 2016 dan ke IV pada 2018 sebagai juara di U19.
"Pelajaran yang bisa dipetik dengan sering ikut lomba adalah menambah pengalaman dan menang adalah bonus karena rajin berlatih," jelas dia. Cowok Surabaya ini juga mengingatkan tentang latihan yang konsisten dan menjaga pola makan dan istirahat. "Olahraga ini beda banget dengan yang lain. Sebab main motorik tubuh. Semua otot dipakai dan anggota tubuh gerak semua," pungkasnya. Ia berharap di event ini bisa tumbuh atlet-atlet baru dari panjat tebing. Sylvianita Widyawati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/atlet-panjat-dinding-wahyu-ragil-widiatama-dari-jepara-berusaha-mencapai-puncak.jpg)