Berita Viral

Kesaksian Korban Selamat Lubang Tambang Emas Banyumas: Lihat Air Besar Datang, Tak Bisa Tolong Rekan

Beginilah kesaksian korban selamat lubang tambang emas Banyumas yang menjadi sorotan. Melihat bagaimana air besar datang dan tak bisa tolong rekan.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko
Tribunnews
Lubang Tambang Emas Banyumas 

Setelah mendapat kabar tersebut ia berupaya menyelamatkan rekan-rekannya, akan tetapi air begitu cepat menggenangi lubang yang memiliki kedalaman 60 hingga 70 meter itu.

xx
Tim SAR saat memeriksa Lubang Dondong untuk mengecek kedalaman dan tinggi air saat evakuasi 8 penambang di Banyumas, Minggu (30/7/2023). (TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI)

"Saya cek ternyata betul di kedalaman 25 meter itu air sangat gede banget, dan saya ingin menolong rekan-rekan di dalam sangat tidak memungkinkan, akhirnya saya naik ke atas sekian menit air itu masuk ke sumuran pertama," terangnya.

Kejadian kelam itu sungguh diluar dugaannya.

Usman Sugalih tak menyangka rekan-rekan seprofesinya kini telah tiada.

Terkubur di dalam lubang tambang emas untuk selama-lamanya.

Ia mengaku segala resiko menjadi penambang emas sudah tergambar dibenaknya.

Akan tetapi segala rasa takut itu kalah dengan tekad yang bulat untuk mencari nafkah.

"Kalau resiko mah udah tau, kalau musibah kan engga ada yang tau mau dimana juga. Harapannya kan pulang semua, berhasil semua," katanya.

Memori itu masih teringat jelas di dalam otaknya. Bahkan ia mengaku bersedia beralih profesi apabila ada tawaran pekerjaan lain.

"Selain nambang saya mau kerja nyangkul juga siap saya kalau ada mah, demi mencukupi istilahnya buat makan dan jajan anak. Petani juga siap, karena saya dilahirkan dari anak seorang petani," ucapnya.

Gagal Selamatkan Keponakan

Kenyataan pahit harus ditelan oleh keluarga para korban penambang emas ilegal di Banyumas, Jawa Tengah.

Pasalnya, setelah tujuh hari pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan, keberadaan para korban tak juga ditemukan.

Hal itu disebabkan oleh volume air di dalam lubang yang tak kunjung surut meskipun sudah dilakukan penyedotan selama 24 jam.

Dengan begitu, operasi pencarian pun ditutup pada Selasa (1/8/2023) dan para korban dinyatakan hilang untuk selama-lamanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved