Tips Kesehatan

VIDEO - Cegah Kanker Serviks dengan Pap Smear sebagai Upaya Skrining Kesehatan

Organ kandungan wanita itu seperti buah pir kebalik. Ujungnya mengecil dan itu disebut leher rahim (serviks).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
suryamalang.com
Wartawan Tribun Jatim, Septiana Eka dan dr Aris Rosidah SpPA M Biomed, dokter Patologi Anatomi dari RSI Universitas Islam Malang (Unisma) beberapa waktu lalu di studio SURYAMALANG.COM. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Para wanita terutama yang telah menikah bisa melakukan pemeriksaan papsmear untuk mencegah kanker serviks.

Ini sebagai upaya skrining kesehatan yang layanannya berbiaya sangat terjangkau untuk masyarakat. Berikut percakapan wartawan Tribun Jatim, Septiana Eka (S) dengan dr Aris Rosidah SpPA M Biomed (A), dokter Patologi Anatomi dari RSI Universitas Islam Malang (Unisma) beberapa waktu lalu di studio SURYAMALANG.COM

S: Dokter, apa sih kanker serviks itu? 
A: Itu merupakan penyakit kegananan yang berasal dari jaringan yang melapisi permukaan serviks (leher rahim). Organ kandungan wanita itu seperti buah pir kebalik. Ujungnya mengecil dan itu disebut leher rahim (serviks). Ada jaringan yang melapiisinya. Jik terkena keganasan itu, dikenal dengan kanker serviks


S: Gejala awalnya bagaimana?
A: Perjalanannya kanjer serviks itu panjang. Tidak seperti flu yang ketahuan gejalanya. Tapi tidak dengan kanker serviks. Perjalanannya bisa bertahun-tahun sampai berpuluh-puluh tahun. Untuk gejalanya, tergantung pada keluhan pasien yang datang. Ada yang mengalami pendarahan setelah senggama suami istri sehingga terjadi trauma. 


Itu bisa jadi salah satu tanda keganasan pada leher rahim. Ada juga yang terjadi pendarahan spontan. Meski tidak trauma saat berhubungan suami istri, tapi ada pendarahan. Tanda lain yang biasanya tidak diperhatikan adalah mengalami keputihan yang tidak sembuh-sembuh. 


S: Apa kanker serviks bisa menular?
A: Prinsip penyebabnya banyak faktor. Tapi biasanya dikaitkan dengan virus HPV (Human Papiloma Virus). Tipenya banyak sekali. Tapi yang dikaitkan dengan kanker serviks ada di tipe 15 dan 18. Kanker serviks jika dikaitkan dengan virus ini menular. Tapi saat infeksi lewat hubungan seksual. Tapi jika sudah terjadi kanker, tidak menular ke orang lain. Saat kena HPV dan bisa disembuhkan sebanyak 90 persen. Tapi yang 10 persen nanti bisa berkembang jadi kanker serviks


S: Pelayanan di RSI Unisma untuk itu apa ada alatnya? Apa saja?
A: Yang paling efisien saat ini adalah dengan melakukan pap smear. Di RSI Unisma bisa melakukan itu. Caranya dengan mengusap permukaan leher rahim dengan memakai alat. Nanti bisa dilihat apakah ada perubahan-perubahan warna pada sel-sel di leher rahim. Hasilnya apakah normal, ada infeksi jamur, parasit, bisa terdeteksi. Begitu jiga yang sering keputihan juga bisa dilihat hasilnya.


S: Pada usia berapa perlu melakukan pap smear?
A: Tergantung pada wanitanya. Apa ia sudah melakukan kontak seksual aktif atau belum. Jadi, iyu salah satu indikasi yang disarankan untuk paps smear. Jika menikah usia 20 tahun, maka usia 21 tahun harus pap smear. Jika tidak ada kelainan, maka setahun kemudian melakukan hal yang sama. Jika tidak ada indikasi, maka bisa mengulang pada tiga tahun berikutnya asal tidak ada keluhan. Tapi jika ada keluhan ya harus ditindaklanjuti.


S: Tindakan pap smear sejauh ini bagaimana? Apa ada keluhan?
A: Sejauh ini tidak ada keluhan. Paling yang bikin rikuh itu kan posisi saat dilakukan pengusapan. Tidak sakit kok


S: Persiapan untuk pap smear seperti apa?
A: Karena ini untuk melihat sel-sel di leher rahim, maka pertama, ya tidak boleh melakukan hubungan suami istri 24 jam terakhir untuk mengambil sample. Kalau sebelum itu masih berhubungan suami istri, maka ada sisa-sisa produk ejakulasi. Sehingga akan mengaburkan hasilnya jika kita ambil. Kedua, menghentikan obat-obatan yang lewat vagina. Ketiga, tidak dalam kondisi menstruasi atau habis melahirkan baik normal maupun caesar. Maka harus ada jeda waktu enam minggu. Serta dilarang menggunakan sabun kewanitaan sebelumnya karena akan mengaburkan hasilnya.

S: Bagaimana dengan ibu hamil?
A: Disarankan tidak melakukan karena usapan itu dikhawatirkan ada kontraksi di rahimnya. Khawatir juga keluar bayinya


S: Apa kelebihan dari mengikuti pap smear?
A: Banyak ya. Bisa dilakukan di faskes yang ada baik di RS, puskemas, praktik dokter, klinik kesehatan asal dilakukan tenaga kesehatan yang kompeten. Dari sisi harga, ini merupakan tindakan yang bisa dijangkau masyarakat. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved