Berita Malang Hari Ini

Jalur ke Wisata Pantai Modangan Sepanjang 21 KM Dibikin Mulus

Untuk pengerjaan awal itu, dimulai dari utara Jembatan Karangkates atau di lintasan rel Kereta Api (KA) yang ada di dekat Jalan Raya Malang-Blitar.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: rahadian bagus priambodo
imam taufiq
Jalur ke Pantai selatan yang lewat Bendungan Karangjates lagi dikerjakan pengaspalan dengan abggaran Rp 37 miliar sepanhang 10 km. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Para wisatawan dari luar kota yang mau rekreasi ke Pantai Modangan, Malang Selatan, sebentar lagi akan dimanjakan. Jika tahun-tahun sebelumnya, jalan ke arah Malang Selatan yang lewat Bendungan Karangkates itu banyak berlubang dan banyak kelokan atau tikungan tajam, sebentar lagi akan sedikit lebih aman dibandingkan saat ini yang dikenal rawan kecelakaan itu.

Dikenal rawan kecelakaan karena jalannya saat ini sempit atau hanya 5 meter lebarnya sehingga cukup sulit buat berpapasan dua mobil. Apalagi, kalau ada truk pengangkut tebu, yang lewat, maka harus ada salah satu yang mengalah. Dan, biasanya yang mengalah lalu sampai bannya turun ke luar jalan aspal itu adalah mobil pribadi.

Namun, sebulan lagi, kondisi seperti itu akan berakhir karena jalan yang melintasi banyak hutan jati itu, mulai dari Bendungan Karangkates hingga ke Pantai Modangan, yang ada di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo itu sudah dilakukan pengaspalan. Untuk pengerjaan awal itu, dimulai dari utara Jembatan Karangkates atau di lintasan rel Kereta Api (KA) yang ada di dekat jalan raya Malang-Blitar.

 "Saat ini sudah mulai dilakukan dan target kami Nopember tahun ini sudah selesai (sudah mulus)," kata Chairul Isnadi Kusuma, Kadis Bina Marga Pemkab Malang, Kamis (5/10/2023).

Perbaikan jalan di Kabupaten Malang, khusus di Malang Selatan itu memang diprioritaskan karena bukan cuma jadi jalur wisata ke berbagai pantai namun itu merupakan jalur ekonomi masyarakat. Sebab, itu jadi jalur truk yang mengangkut hasil pertanian, terutama truk pengangkut tebu, yang tiap hari ada ratusan truk yang lalu-lalang di jalur yang dikenal rawan itu.

Sebab, mulai dari Bendungan Karangkates hingga ke selatan JLS (Jalan Lintas Selatan). Maka, lanjut Chairul, saat ini jalan yabg menuju ke Pantai Modangan itu dilakukan pengecoran beton dan pengaspalan.

"Jalan yang mulus atau baik itu berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan rakyat. Makanya, untuk meningkatkan ekonomi rakyat, jalannya harus bagus karena itu ibarat saudara kembar," tegas Chairul  yang mantan Plt Dinas Pengairan dan Dinas Cipta Karya ini.

Karena itu, papar dia, untuk memanjakan wisatawan yang akan berlibur ke pantai yang punya daya tarik bukan cuma keindahan pantainya namun juga memiliki jalur paralayang, Bina Marga akan melakukan perbaikan jalan sepanjang 21,1 kilometer. Namun, untuk pengerjaan awal itu, dilakukan baru sepanjang 10 kilometer dulu dengan anggaran Rp 37 miliar.

Kenapa anggarannya sebesar itu? Menurut Oong--panggilan Chairul, karena itu bukan cuma buat pelebaran jalan saja namun itu juga buat penebalan juga. Dari lebar jalan yang asalnya hanya 5 meter kini akan diperlebar jadi 7 meter dengan ditambah kanan kiri satu meter. 

"Biar layak diilewati sehingga bukan cuma kami perlebar namun juga kami perkuat dengan dilakukan overlay (penebalan) sekitar 4 centimeter. Anggarannya bukan dari APBD namun dari pusat. Namanya, dana IJD (Inspres Jalan Daerah) Rp 47 miliar namun yang terkonekting Rp 37 miliar untuk perbaikan 10 km itu. Sisanya, itu menyusul karena untuk mendapatkan anggaran itu saja tidak semua daerah dapat, namun Kabupaten Malang berhasil merealisasikan," pungkasnya.

HM Sanusi, Bupati Malang, berharap perbaikan jalan di wilayah yang perbatasan dengan Kabupaten Blitar itu akan mampu menjadikan daya saing masyarakatnya, khususnya mempermudah untuk mengangkut hadil pertanian.

"Di situ itu jalur truk tebu, sehingga harus kita bikin mudah sarana transportasinya biar petani dapat keuntungan lebih besar dibandingkan tahun-tahuñ sebelumnya " ungkap Sanusi.(fiq)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved