Berita Viral

Niat Mulia Arsya Buka Celengan Selama 12 Bulan untuk Disumbangkan ke Palestina, Terkumpul Rp 4 Juta

Niat mulia Arsya buka celengan untuk disumbangkan ke Palestina menjadi sorotan. Selama 12 bulan terkumpul Rp 4 juta.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko
Instagram
Niat Mulia Arsya Buka Celengan Selama 12 Bulan untuk Disumbangkan ke Palestina 

Melalui tulisan Ibrani, buah semangka yang berasal dari Timur Tengah sejak tahun 200 M, digunakan sebagai sajian di upacara keagamaan bersama buah anggur, ara, dan delima.

Buah semangka juga digunakan dalam berbagai hidangan termasuk salad yang menjadi bagian dari meze di kawasan Mediterania.

Semangka yang belum matang juga disajikan di atas roti pipih dengan minyak zaitun menjadi hidangan populer di Gaza Selatan.

Seiring berjalannya waktu, semangka juga digunakan sebagai simbol untuk mendukung Palestina dari upaya Israel mencaplok wilayah atau aneksasi.

Dilansir dari First Post, semangka dijadikan simbol dukungan karena warna buah ini senada dengan warna bendera Palestina.

Meski begitu, warga Palestina tidak begitu saja menjadikan semangka sebagai simbol untuk melawan Israel.

Butuh proses sebelum mereka menggunakan semangka sebagai simbol.

Hal tersebut bermula ketika Israel menguasai Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur setelah Perang Enam Hari pada 1967.

Israel menjadikan pengibaran bendera Palestina di depan umum di wilayah yang diduduki sebagai sebuah pelanggaran.

Namun, larangan tidak hanya berlaku untuk bendera.

Pada 2021, seniman bernama Siman Mansour pernah berkata kepadtra The National, Israel menutup sebuah pameran seni di Ramallah yang menampilkan karyanya dan karya seniman lain, termasuk Nabil Anani dan Issam Badrl pada 1980.

"Mereka mengatakan kepada kami bahwa melukis bendera Palestina dilarang, tetapi juga warna-warnanya juga dilarang," ungkap Mansour.

Pemerintah Israel juga melarang Mansour melukis bunga dengan warga menyerupai bendera Palestina.

"Itu akan disita. Bahkan, jika Anda melukis semangka, itu akan disita," ujarnya.

Untuk menghindari larangan tersebut, warga Palestina mulai menggunakan semangka sebagai simbol protes.

Buah tersebut sekarang muncul dalam karya seni di kaus, grafiti, poster, dan sebagai emoji di media sosial.

Penggunaan simbol itu pernah muncul pada 2021 saat pengadilan Israel memutuskan warga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, akan digusur dari rumahnya.

Buah semangka dan bendera Palestina memiliki warna yang sama yaitu terdiri dari warna hijau, putih, merah, dan hitam.

Dilansir dari media Time, pada tahun 1960-an semangka pernah menjadi simbol protes warga Palestina.

Pada tahun 1967, ketika Israel menguasai Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerussalem Timur selama Perang Enam Hari, Israel melarang pengibaran bendera Palestina.

Siapapun yang mengibarkan bendera Palestina akan ditangkap.

Karena hal itulah semangka menjadi simbol protes karena ketika dibelah, warna semangka mewakili bendera Palestina.

Larangan dan pembatasan pengibaran bendera tersebut berlangsung hingga tahun 1993, sampai akhirnya Perjanjian Oslo (Oslo Accords) memberikan kelonggaran terhadap Palestina di Israel.

Gambar yang diambil pada 11 Oktober 2023 ini menunjukkan pemandangan udara dari bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp Jabalia untuk pengungsi Palestina di Kota Gaza. (Yahya HASSOUNA / AFP)
Gambar yang diambil pada 11 Oktober 2023 ini menunjukkan pemandangan udara dari bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp Jabalia untuk pengungsi Palestina di Kota Gaza. (Yahya HASSOUNA / AFP) ()

Pada perjanjian tersebut terdapat pengakuan timbal balik antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organization/ PLA).

Untuk saat ini, Israel memang tidak lagi melarang bendera Palestina berdasarkan hukum.

Namun, para pemimpin terkemuka di Israel telah menyatakan penolakannya terhadap pengibaran bendera tersebut dalam suasana protes.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut kehadiran bendera pada protes sebagai “hasutan”.

Tahun ini, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memberi wewenang kepada polisi dan Pasukan Pertahanan Israel untuk menghapus gambar tersebut “jika mereka menganggap ada ancaman terhadap ketertiban umum,” menurut Al Jazeera, dan mengatakan bahwa menerbangkan pesawat Palestina bendera adalah tanda dukungan terhadap terorisme.

Jadi meskipun bendera diperbolehkan secara hukum, orang-orang yang mendiskusikan Palestina sering kali memilih eufemisme dan simbolisme untuk menghindari sensor atau diberi label yang salah sebagai teroris seperti yang dilakukan beberapa pengguna Meta di Instagram tahun ini.

Penambahan emoji semangka pada papan ketik di tahun 2015 adalah bagian dari warisan ini.

Pada tahun 2021 silam, penggunaan gambar semangka sebagai simbol Palestina pernah muncul ketika pengadilan Palestina memutuskan bahwa keluarga Palestina yang di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur akan digusur.

Kemudian di tahun ini, penggunaan emoji semangka untuk mendukung Palestina kembali booming.

Masyarakat menggunakan semangka di berbagai postingan di instagram, tiktok, dan media sosial lain sebagai pengganti bendera Palestina.

Penggunaan gambar semangka digunakan untuk menghindari sensor atau filter penyaringan algoritma dan pemblokiran pengguna.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved