Selasa, 7 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Poltekom Meradang, Mahasiswa Pertanyakan Nasibnya yang Tak Jelas

Politeknik Kota Malang (Poltekom) meradang karena banyak ditinggal dosennya. Sedang mahasiswa yang tersisa juga tidak bisa mendapatkan perkuliahan

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Kondisi di kampus Politeknik Kota Malang (Poltekom), Senin (20/11/2023). 

SURYAMALANG.COM,MALANG-Politeknik Kota Malang (Poltekom) meradang karena banyak ditinggal dosennya. Sedang mahasiswa yang tersisa juga tidak bisa mendapatkan perkuliahan maksimal. Karena itu perwakilan mahasiswa yang ada mencurahkan kondisi kampusnya lewat media sosial. Intinya minta perhatian yayasan agar Poltekom tidak makin merana. 

Kampus ini berada di komplek pendidikan di Tlogowaru Kota Malang. D isana ada SDN, SMPN, SMKN dan perguruan tinggi Poltekom di lahan Pemkot Malang. Awalnya Poltekom masih didanai Pemkot Malang.

"Bahkan dalam kondisi seperti ini masih menerima mahasiswa baru (maba). Ada enam orang," jelas Mahbub Abdillah, mahasiswa angkatan 2021 pada wartawan di kampusnya, Senin (20/11/2023). 

Ia merasa kasihan pada adik kelasnya sebagai kakak tingkat. Sebelumnya kondisi Poltekom sepertinya baik-baik saja sebelum 2020. Pada 2019, Komisi B DPRD Kota Malang juga mendatangi kampus itu  terkait aset Pemkot Malang yang ditempati Poktekom.

"Sejauh ini kami sudah mendatangi para pengurus yayasan satu persatu dan direksi. Tapi hasilnya masih belum ada sampai sekarang," kata mahasiswa Mekatronika angkatan 2021 ini. 

Ada beberapa mahasiswa yang bergabung yang berjuang agar Poltekom bisa seperti dulu lagi. Kondisi kampus juga mengenaskan. Selain kurang mahasiswa, dosen banyak yang keluar karena tidak digaji. Tapi ada juga dosen yang bertahan membersamai mahasiswa yang tersisa. 

Poltekom memiliki empat prodi yaitu Mekatronika, Teknik Telekomunikasi, Informatika dan Destinasi Wisata. Tapi saat 2021, hanya dua prodi yang memiliki mahasiswa, yaitu Mekatronika dan Informatika. Atas kondisi di Poltekom, Dino, direksi Poltekom lewat chat WA tidak bersedia diwawancarai oleh suryamalang.com.

"Selamat siang. Mohon maaf. Mohon hubungi pihak Yayasan saja. Kami, Direksi tidak memiliki kewenangan untuk  bicara ke  publik. Salam hormat," jawab Dino di chat itu. Ubaidillah mengatakan saat ia masuk di Poltekom 2021, ia tidak tahu konflik di Poltekom seperti apa.

"Namanya maba. Tapi saya merasa aneh. Saya merasa akan mendapat banyak teman di kampus yang jumlahnya ratusan," ceritanya.

Tapi ternyata di angkatannya hanya ada 10 orang. Waktu itu dosen masih sisa enam orang. Sampai kuliah berjalan tiga semester, perkuliahan masih aman. Setelah di 2023 setelah ia usai magang akhir 2022, jadwal kuliah kacau. "Ini kampus niat apa gak. Jadwal kuliah gak ada. Saya kan ya berharap ada kegiatan di kampus. Tapi gak ada. SPP tetap bayar. Kondisi makin tidak jelas dan saya merasa jenuh," jawabnya.

Apalagi dosen banyak yang resign. "Seingat saya waktu itu ada 6 atau 7 orang, keluar semua. Sekarang tersisa dua di prodi saya, Mekatronika," jawabnya.

Di informatika yang awalnya dosen enam sekarang tinggal tiga. Ia dan mahasiswa merasa sedih karena dosen-dosen banyak keluar. Lama kelamaan akhirnya tahu alasannya karena dosen tidak digaji. Informasi yang ia terima, pada 2019 ada perombakan di tubuh Poltekom.


"Kami tidak ditunggangi siapapun atas aksi ini karena kami juga korban," jawabnya. Setelah mengetahui struktur yayasan, mahasiswa bergerak mendatangi satu persatu pengurusnya. Struktur yayasan waktu itu ada dewan pembina. Sebagai ketua Peni Suparto. Dan anggota dewan pembina ada Ridwan Hisyam (anggota DPR RI dari Partai Golkar), Nurcholis (Rektor IBU), Isnandar (mantan direktur). 


Tapi ketika mahasiswa menanyakan ke Isnandar di rumahnya, ia menyatakan namanya dicatut saja. Mahasiswa juga menemui Peni di rumahnya di Kepanjen. "Beliau menyatakan jika sampai masalah ini gak selesai, tak glangsing wong-wong iki. Dan kita dengan jawaban itu ya alhamdullilah. Berarti ada jalan terbaik. Tapi sampai sekarang gak hasilnya," tutur dia. Artinya Peni sudah tahu kondisi PTS ini.


Nurcholis sendiri janji pada Peni akan menyelesaikan sampai akhir Agustus 2023. Namun sekarang sudah masuk November 2023. Mahasiswa berharap ada solusi atas masalah di kampus Poltekom. Seperti ada investor atau yayasan baru yang berisi orang yang kompeten sehingga kampus berkembang. Atau ada PTN yang bisa menjadikan sebagai PSDKU (Program Studi di luar Kampus Utama). 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved