Berita Malang Hari Ini

Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Naik 10 Persen

Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada masa liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) meningkat antara 8 sampai 10 persen.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Wisatawan melintas di jembatan kaca penghubung Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (27/10/2023). Bangunan jembatan kaca tersebut mengalami keretakan disisi utara. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat berharap agar keretakan pada bangunan jembatan segera diperbaiki. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada masa liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) meningkat antara 8 sampai 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sesuai data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada masa liburan Nataru tahun ini mencapai 9.350 orang.

"Jumlah itu terhitung mulai 16 sampai 31 Desember 2023," ujar Baihaqi, Kepala Disporapar Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (3/1).

Disporapar menargetkan kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada 2024 sebanyak 2,7 juta orang. Baihaqi menyatakan Kota Malang tidak memiliki aset alam yang bisa dijadikan tempat wisatan. Kota Malang mengandalkan sektor wisata kreatif untuk menarik minat pengunjung.

"Kota Malang menjadi kota yang terus berkembang. Karena Kota Malang tidak memiliki wisata alam, kami menarik wsatawan dari sektor wisata kreatif, paparnya.

Wisata kreatif itu berbentuk gelaran atau pertunjukan publik, fesyen, atau kuliner. Disporapar juga sedang menyusun kalender kegiatan yang bisa menjadi rujukan wisatawan.

"Kami akan segera mempublikasikan kegiatannya, baik kegiatan yang dilakukan dunia usaha, masyarakat, olahraga, maupun budaya," ungkapnya.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, tingkat hunian kamar hotel berbintang di Kota Malang sebesar 66,07 persen per November 2023. Wisatawan lokal mendominasi kunjungan ke Kota Malang, yaitu sebesar 97,75 persen. Sedangkan wisatawan mancanegara sebesar 2,25 persen.

Kedatangan wisatawan ke Kota Malang juga memengaruhi tingkat inflasi. Pasalnya, sejumlah wisatawan datang ke Kota Malang menggunakan pesawat terbang. Mobilisasi wisatawan via angkutan udara menjadikan sektor tersebut menyumbang andil inflasi terbesar sebesar 0,06 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin mengatakan libur Nataru menyebabkan jumlah penumpang angkutan melonjak sehingga berimbas pada kenaikan harga tiket pesawat sebesar 0,43 persen.

"Kenaikan terjadi hampir merata di semua rute, termasuk rute dari dan menuju Malang," katanya.

Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,22 persen pada periode Desember 2023. Sejumlah komoditas turut menyumbang angka inflasi di Kota Malang, seperti bawang merah sebesar 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, dan cabai rawit sebesar 0,02 persen.

"Sedangkan komoditas penghambat laju inflasi di antaranya adalah penurunan harga telur ayam ras. Komoditas ini penyumbang deflasi tertinggi selama Desember 2023 dengan andil 0,056 persen," ujarnya.(Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved