Viral Sekelompok Bocah SD Bertaruh Nyawa Jongkok Lewati Jembatan Miring, Camat Pasrah Tunggu APBN

Viral sekelompok bocah SD bertaruh nyawa jongkok lewati jembatan miring ternyata akses utama, Camat pasrah tunggu APBN.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Instagram @terangcom
Viral sekelompok bocah SD bertaruh nyawa jongkok lewati jembatan miring, Camat pasrah tunggu APBN 

"Itu jembatan kan memang setiap tahun kalau musim hujan memang rawan terkena banjir," ujar Heru, dilansir dari TribunJateng.com, Selasa (16/1/24).

Bahkan, tutur Heru, jembatan tersebut pernah hanyut terbawa arus pada 2022.

"Dulu juga pernah tahun 2022 itu juga sudah pernah kejadian malah hanyut," kata Heru.

Pihaknya pun bersama jajaran stakeholder memperbaiki jembatan bambu tersebut yang kemudian kembali rusak.

"Kita perbaiki lagi, kita kerja bakti seluruh stakeholder, dan ternyata tahun ini rusak lagi," jelas Heru.

Baca juga: Perkelahian Carok di Bangkalan Bukan Lawan 4 Orang, Tapi 10 Orang! Ini Kronologi Lengkapnya

Sekelompok bocah SD bertaruh nyawa jongkok melewati jembatan miring 1
Sekelompok bocah SD bertaruh nyawa jongkok melewati jembatan miring 1 (Instagram @terangcom)

Heru mengaku, pihaknya telah menindaklanjuti laporan kerusakan jembatan tersebut dengan mendatangi lokasi.

"Sudah ke lokasi, kita biasanya ketika ada informasi atau ada kendala apa langsung cek lokasi," ungkap Heru.

Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan kerusakan tersebut kepada Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri.

"Hari ini kita laporkan ke Pak Bupati terkait jembatan," tutur Heru.

Lebih lanjut, Heru menerangkan Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah beberapa kali mendatangi lokasi jembatan viral itu sebelumnya.

Bahkan, kata Heru, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga sudah mengajukan perbaikan jembatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pihak pemda meminta pemerintah pusat untuk membuat jembatan permanen ataupun jembatan gantung untuk memudahkan mobilisasi masyarakat.

"Yang jelas Pemkab sudah mengusulkan sejak lama, karena kalau anggaran kabupaten itu memang terbatas jadi belum memungkin kan kalau dibiayai oleh APBD," ujar Heru.

"Jadi Pak Bupati mengusulkan APBN melalui PUPR," imbuh Heru. 

Dengan kondisi tersebut, Heru pun berharap jembatan penghubung Dusun Cibeureum dengan desa induknya, Desa Ujunggagak itu bisa segera dibangun oleh pemerintah.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved