Berita Malang Hari Ini

PKL Penuhi Alun-alun Merdeka dan Kayutangan Heritage

Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai memenuhi Alun-alun Merdeka dan Kayutangan Heritage.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan dagangan di Alun-alun Merdeka, Kota Malang, Jumat (26/1). 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai memenuhi Alun-alun Merdeka dan Kayutangan Heritage.

Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang akan segera menertibkan PKL di kawasan tersebut.

Sesuai Perda Kota Malang nomor 2/2012 tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan, Alun-alun Merdeka termasuk kawasan bebas PKL. Pasal 21 menyebutkan bahwa setiap PKL dilarang berjualan di jalan, trotoar, jalur hijau, dan/atau fasilitas umum.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan pemerintah tidak pernah melarang masyarakat untuk mencari nafkah. Warga boleh berusaha apapun selama masih sesuai aturan.

"Alun-alun harus steril. Sebelum penertiban, kami akan sosialisasi dahulu," ujar Eko kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (26/1).

Diskopindag juga akan menertibkan PKL di Kayutangan. Menurutnya, PKL sudah mulai bermunculan di sekitar Kayutangan. Diskopindag ingin mengumpulkan PKL di satu titik.

"Selama ini banyak pedagang dari luar kota yang berjualan di Kayutangan. Saya akan dorong warga kampung bisa mendapat kesempatan yang lebih luas," terangnya.

Pemkot Malang berencana merenovasi Alun-alun Merdeka setelah Idul Fitri tahun ini. Renovasi Alun-alun Merdeka akan mengunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim. Bank Jatim sepakat akan mengucurkan dana sebesar RP 6 miliar untuk renovasi Alun-alun Merdeka.

Pemkot Malang telah koordinasi dengan pihak terkait mengenai rencana renovasi tersebut.

"Kami juga akan melakukan uji publik untuk mendapat saran atau masukan mengenai renovasi Alun-alun Merdeka," kata Wahyu Hidayat, Pj Wali Kota Malang.

Wahyu tidak ingin ada masalah yang pelik setelah renovasi rampung. Menurut Wahyu, Alun-alun Merdeka memiliki nilai sejarah yang juga harus dijaga.

"Kami akan kami buat menjadi satu kesatuan dengan sekitarnya, termasuk Kayutangan Heritage," imbuhnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved