Senin, 11 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Warung Sedekah Ala Mahasiswa D3 Teknik Mesin ITN Malang, Makan Sepuaskan Bayar Rp 2000

Warung sedekah WRST D3 Teknik Mesin ITN Malang mengusung Tagline  “Niat, Ikhlas, Sadar, Sabar, Syukur, Nikmat, Bersedekah”

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Humas ITN
Warung sedekah bernama Warung Sedekah Technopreneurship (WRST) yang dijalankan mahasiswa prodi D3 Teknik Mesin D3, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Niat bersedekah dikembangkan oleh mahasiswa prodi D3 Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dengan membuka warung sedekah bernama Warung Sedekah Technopreneurship (WRST).

Warung sedekah WRST ini terbuka untuk siapa saja yang ingin menikmati makanan .

Menu yang ditawarkan adalah menu makanan rumahan seperti nasi sop, nasi ayam, nasi campur, nasi lodeh .

Jadi siapapun bisa merasakan makanan sepuasnya di warung sedekah dengan membayar Rp 2000.

Karena itu pembeli di warung ini beragam. Baik dari sopir angkutan, ibu, anak-anak, mahasiswa juga pengendara pribadi.

Warung sedekah WRST  yang mengusung Tagline  “Niat, Ikhlas, Sadar, Sabar, Syukur, Nikmat, Bersedekah” itu hanya dibuka periodik. Hanya dilakukan tiap satu semester.  

Periode ini, yang merupakan kegiatan ketiga, Warung sedekah WRST dibuka pada 20 Januari 2024 lalu di sekitar SPBU Jl Raya Tlogomas Kota Malang.

"Kegiatan ini untuk penambahan nilai mata kuliah di lapangan dengan menumbuhkan jiwa wirausaha. Salah satunya lewat warung sedekah. Selain mahasiswa bisa membuat produk, mereka juga harus bisa menjualnya di masyarakat,” terang
Dr Aladin Eko Purkuncoro ST MT, Kaprodi Teknik Mesin D3 ITN Malang pada suryamalang.com, Jumat (2/2/2024). 

Mahasiswa yang terlibat di kegiatan ini duduk di semester 3 Teknik Mesin D3. Jumlah mahasiswa yang terlibat adalah 25 orang. 

Jadi mereka praktik mata kuliah technopreneurship secara langsung di lapangan.

Para mahasiswa tidak memasak sayuran dan lauk sendiri.

Tapi membeli ke warung makan sekitar SPBU Tlogomas sehingga tidak mengganggu jualan warga.

Mahasiswa hanya memasak nasi yang waktu itu menghabiskan 20 liter beras dengan periode membuat tiga kali.

"Dengan Rp 2000, pelanggan bisa mengambil nasi dan lauk sendiri sepuasnya. Boleh menambah, dengan syarat harus dimakan di tempat atau tidak dibawa pulang," jelas Aladin yang juga dosen pengampu mata kuliah technopreneurship.

Harga Rp 2000 itu untuk memberi kesempatan pelanggan untuk bersedekah, dan berbagi kepada orang lain.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved