Pemilu 2024

Serangan Fajar Harus Dihajar, Pemicu Kematian Demokrasi dan Bibit Korupsi

#PASURUAN- Money politic membuat fondasi integritas yang kokoh bisa goyah. Saya sepakat, serangan fajar harus dihajar.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yuli A
galih lintartika
DIrektur Pusat Studi Advokasi dan Kebijakan (PUSAKA) Lujeng Sudarto 

Money politic membuat fondasi integritas yang kokoh bisa goyah. Saya sepakat, serangan fajar harus dihajar.

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Waktu pencoblosan memang tinggal menghitung jam lagi. Tidak lebih dari 10 jam, masyarakat Indonesia akan menentukan pilihan untuk pemimpin masa depan.


Sayangnya, pesta demokrasi ini selalu ternodai oleh Money politic atau yang dikenal sebagai serangan fajar. Di Pasuruan, serangan fajar mulai disebar.


Dari catatan yang didapat, sejumlah calon legislatif (caleg) baik itu caleg DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, hingga DPR RI mulai mendistribusikan.


Misalnya di beberapa desa di Wonorejo. Caleg DPR RI dari Partai Gerindra mulai mendistribusikan serangan fajar berupa uang Rp 20.000.


Di Prigen, ada caleg provinsi dari Partai PDI Perjuangan juga mendistribusikan uang senilai Rp 20.000. Ada juga Caleg DPR RI dari Partai PKB yang mendistribusikan uang.


Besarannya sekitar Rp 25.000. Ada juga caleg - caleg DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga mendistribusikan uang untuk masyarakat.


Uang ini diharapkan bisa menjadi stimulus bagi caleg untuk bisa mendulang suara yang besar dan terpilih sebagai wakil rakyat dalam kontestasi Pemilu 2024 ini.


Melihat fenoma ini, Lujeng Sudarto Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA) melihat, memang susah untuk memberantas Money politic.


Sebab, dalam undang - undang Pemilu no 7 tahun 2017, Money politic tidak mungkin bisa ditindak kecuali peserta pemilu itu yang membagikan sendiri.


Menurut dia, praktek pemilu seperti ini bisa mengancam hasil pemilu, dan akan melahirkan anggota parlemen yang tidak memiliki integritas.


Money politic yang dikeluarkan peserta pemilu itu dianggap sebagai kapital politik. Pertanyaannya, dengan cara apa mereka mengembalikan biaya kalau tidak dengan korupsi.


“Ini sebuah ironi sekali, partisipasi masyarakat tinggi mengikuti Pemilu, tapi menghasilkan anggota parlemen yang tidak bersih,” katanya, Selasa (13/2/2024).


Dia mengatakan, ini adalah ancaman demokrasi yang serius. Menurutnya, ini adalah problem etika politik. Money politic adalah praktek curang dalam politik.


“How die democracy, mengapa dekokrasi mati. Ternyata Korupsi itu diawali dari Money politic, dan ini data yang menunjukkan,” paparnya.


Disampaikannya, kenapa KPK punya semangat hajar serangan fajar, karena itu yang menyadi pemicu wakil rakyat terlibat dalam praktek korupsi.


“Money politic membuat fondasi integritas yang kokoh bisa goyah. Saya sepakat, serangan fajar harus dihajar,” tutup dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved