Pemilu 2024

Cerita Ketua KPPS yang Rumahnya Hancur karena Teror Bom di Pamekasan, Beruntung Putrinya Selamat

Qurratul Ainiyah, anak perempuan Ketua KPPS selamat dari teror bom di Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Pamekasan, Madura.

Editor: Yuli A
kuswanto ferdian
Kusyairi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Pamekasan, Madura. Bersyukur, ia masih bisa melihat senyuman Qurratul Ainiyah, anak perempuannya yang selamat dari teror ledakan yang diduga bom. 

Reporter: Kuswanto Ferdian

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Teror bom menghancurkan rumah Kusyairi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Pamekasan, Madura.

Bersyukur, ia masih bisa melihat senyuman Qurratul Ainiyah, anak perempuannya yang selamat dari teror ledakan yang diduga bom.


Teror bom ini menghancurkan semua perabotan rumah kedua Kusyairi yang lokasinya berdekatan dengan rumahnya yang pertama.


Pantauan di lokasi, tampak meja, kursi, lemari kayu, kaca jendela, pintu rumah, sangkar burung dan asbes rumah Kusyairi hancur berantakan berkeping-keping.


Sebelum kejadian, Senin (19/2/2024) malam, Kusyari melihat Qurratul Ainiyah tidur di rumah tersebut.


Beruntung, sekitar pukul 02.00 WIB, anaknya pindah tidur di rumah pertama yang lokasinya berdekatan dengan rumah yang hancur akibat ledakan yang diduga bom tersebut.


"Siang hari kadang anak saya tidur di situ. Malam Seninnya itu saat kejadian, melihat anak saya tidur di rumah itu. Lalu sekitar pukul 02.00 WIB anak saya katanya pindah ke rumah depan. Ledakannya terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari," kata Kusyairi saat ditemui di rumahnya, Selasa (20/2/2024) pagi.


Dini hari itu bapak anak tiga ini mengaku syok saat melihat rumah keduanya di bom orang tak dikenal.


Waktu kejadian itu, dalam keadaan matanya masing linglung, dia langsung mencari anaknya yang perempuan karena saat malam harinya dia melihat tidur di rumah yang kini hancur tersebut.


"Saya malam harinya melihat anak saya tidur di rumah belakang. Namun beruntung anak perempuan saya selamat dan masih bisa melihat senyumnya," syukurnya sembari menyeka keringat.


Menurut Kusyairi, rumah keduanya itu biasa menjadi tempat kumpul keluarganya jika sumpek tinggal di rumah pertama.


Terkadang, dia juga sering tidur di rumah tersebut.

"Kalau malam rumah itu pasti ditempati, kadang anak saya yang laki-laki, dan kadang ditempati anak perempuan, jadi tempat persitirahatan kedua," ceritanya.

Saat ini, anak perempuan Kusyairi masih syok dan sering menangis pasca kejadian ledakan tersebut.

Baca juga: Teror Bom Hancurkan Rumah Ketua KPPS di Pamekasan, Inilah Perolehan Suara Pilpres di TPS Korban

Kusyairi menunjukkan tempat bom yang diduga bondet sebelum meledak di depan pintu masuk rumahnya, Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Kusyairi menunjukkan tempat bom yang diduga bondet sebelum meledak di depan pintu masuk rumahnya, Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura. (Kuswanto Ferdian)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved