Berita Malang Hari Ini
Pemkot Malang Tingkatkan Intervensi Tekan Kemiskinan Ekstrem
Tingkat kemiskinan yang dicatat Pemkot Malang pada 2022 mencapai 4,37 persen atau 38.285 jiwa. Pada 2023, capaiannya tercatat 4,26 atau 37.782 jiwa.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang perlu bekerja keras untuk terus menekan angka kemiskinan pada 2024.
Tingkat kemiskinan yang dicatat Pemkot Malang pada 2022 mencapai 4,37 persen atau 38.285 jiwa. Pada 2023, capaiannya tercatat 4,26 atau 37.782 jiwa.
Pemerintah Kota Malang juga mencatat berdasarkan validasi sampai Triwulan IV pada 2023, yang masuk Penyusunan Data Kesejaheraan Sosial Kota Malang (PDKTSAM), jumlah penduduk miskin ekstrem Kota Malang sebanyak 7.987 atau 30.121 jiwa.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyatakan sudah banyak program yang digulirkan untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Kota Malang. Program-program yang telah digulirkan tersebut akan dievaluasi untuk mengetahui keberhasilannya.
Evaluasi itu juga dilakukan sebagai bentuk aporan kinerja kepada Kemendagri. Sekadar informasi, jabatan Pj Wali Kota Malang akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali oleh Kemendagri. Salah satu program yang dievaluasi adalah penanganan kemiskinan ekstrem.
"Tiap tiga bulan dipantau dan evaluasi. Nanti saya cek dulu berapa yang terentaskan dari kemiskinan berdasarkan data terbaru," tegas Wahyu Hidayat.
Ia mengatakan perlu mengecek kembali progres penanganan kemiskinan ekstrem sampai Maret ini. Termasuk keluarga miskin yang sudah terentaskan usai menerima intervensi berbagai program pembangunan.
"Kalau dari angkanya, kemiskinan ekstrem turun. Validasi data dari BPS kemarin sudah ketemu jumlah keluarganya berapa. Peningkatan keterampilan, bantuan, termasuk juga memberikan lapangan pekerjaan itu paling ampuh menekan," ujar Wahyu tanpa menyebut angka kemiskinan ekstrem terbaru pada 2024 ini.
Pemkot Malang telah melakukan intervensi untuk menangani miskin, miskin ekstrem dan rentan miskin. Penanganan melalui penyaluran bantuan permakanan berupa rantang kasih. Program lainnya, yakni bantuan pangan nontunai, rehabilitasi tuna susila, anak dan lansia terlantar.
Sesuai data BPS Kota Malang, indeks kedalaman kemiskinan di Kota Malang tahun 2023 sebesar 0,76 dan indeks keparahan 0,18. Sedangkan penduduk miskin 2023 menurun 0,78 persen ketimbang 2022, semula 38,56 ribu jiwa atau 4,37 persen menjadi sebanyak 37,78 ribu jiwa atau 4,26 persen.
Anggaran percepatan penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem Kota Malang berdasarkan tagging program terdiri atas tiga bagian. Pertama pengurangan beban engeluaran masyarakat, kedua peningkatakan pendapatan masyarakat, dan ketiga penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.
Anggaran APBD Kota Malang yang direalisasikan untuk program pengurangan beban pengeluaran masyarakat, setelah PAK 2023, mencapai Rp 367.180.556.274 dari pagu Rp 560.987.976.152.
Program peningkatan pendapatan masyarakat merealisasikan Rp 23.849.775.100 dari pagu Rp 33.007.153.557. Terakhir realisasi penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan mencapai RP 58.751.907.285 dari pagu Rp 77.429.194.820.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Pj-Wali-Kota-Malang-Wahyu-Hidayat-foto-PROKOMPIM-KOTA-MALANG.jpg)