Link Live Streaming Sidang Isbat Hari Ini Penetapan Awal Ramadan 2024, Tonton di Youtube

Link live streaming sidang isbat hari ini penetapan awal Ramadan 2024 digelar Kemenag, tonton di Youtube.

Warta Kota/Henry Lopulalan/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Link Live Streaming Sidang Isbat Hari Ini Penetapan Awal Ramadan 2024, Tonton di Youtube 

Artikel Kompas.com 'Soal Usulan Sidang Isbat Ditiadakan, Gus Yahya: Sudah Aturan Pemerintah'.

Baca juga: Viral Kisah Mujib Nangis Pulang Kerja Makan Nasi Basi Kiriman Ibu, Terungkap Cerita Pilu di Baliknya

Abdul Muti mengatakan, sidang isbat penentuan hari raya Idul Fitri juga tak diperlukan karena sudah terhitung ketinggian bulan di akhir Ramadan 1445 H mencapai 6 derajat sehingga memenuhi kriteria MABIMS.

"Pada saat akhir Ramadan posisi jauh di atas 6 derajat," imbuh Abdul Muti.

Abdul Muti menilai, sidang isbat tak perlu digelar karena pergerakan bulan dan benda langit sudah bisa dihitung secara presisi di masa kini untuk menentukan waktu ibadah puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Menggelar sidang isbat pada sesuatu yang sudah bisa dihitung sebelumnya hanya akan membuang anggaran.

"Dengan tidak diadakan isbat, lebih menghemat anggaran negara yang secara keuangan sedang tidak baik-baik saja," tandas Abdul Muti. 

Menjawab usulan itu, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyebut sidang isbat sudah menjadi ketentuan pemerintah.

“Ya pertama sidang isbat itu sudah menjadi aturan, jadi ketentuan pemerintah, sehingga untuk menghapus itu membutuhkan proses panjang,” kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).

“Tidak bisa tiba-tiba lalu misalnya menteri agama tiba-tiba bilang tahun ini nggak ada sidang isbat, tentu kami juga akan protes juga karena ini sudah menjadi aturan,” tambah dia.

Gus Yahya menambahkan sidang isbat juga bertujuan untuk menciptakan harmoni masyarakat dalam bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Bagi Nahdlatul ulama, kata Gus Yahya awal bulan Ramadan dan Idul Fitri itu ditentukan berdasarkan hasil rukyah hilal.

Gus Yahya menambahkan para kiai di NU juga mengatakan tidak boleh mengumumkan pandangan yang berbeda kalau sudah ada penetapan sidang isbat dari pemerintah.

“Karena ada aturan bahwa pemerintah melakukan sidang isbat maka kami dengan ini menyandarkan diri pada hasil sidang isbat itu sendiri dari pemerintah. Maka karena ada aturan sidang isbat itu, kami akan menunggu dan mengikuti hasil sidang isbat itu dari pemerintah,” ungkap Gus Yahya.

Sedangkan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Ditjen Bimas Islam, Adib mengatakan, sidang isbat perlu dilakukan karena banyak kelompok umat Islam punya metode berbeda-beda dalam penetapan awal bulan Hijriyah.

Itu sebabnya negara hadir sebagai bentuk memberikan acuan bagi umat Islam yang mungkin tidak mengacu pada kelompok ormas tertentu.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved