Berita Malang Hari Ini
Angka Putus Sekolah di Kota Malang Meningkat
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, Angka Putus Sekolah (APTS) menurut kelompok umur dan jenis kelamin di Kota Malang meningkat
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, Angka Putus Sekolah (APTS) menurut kelompok umur dan jenis kelamin di Kota Malang meningkat dalam kurun waktu 2021-2023.
APTS pada kelompok umur 19-24 tahun pada 2021 tercatat 40,62 persen, meningkat pada 2022 menjadi 41,72 persen dan pada 2023 menjadi 46,03 persen.
Persentase perempuan yang putus sekolah pada 2023 mencapai 39,76 persen sedangkan laki-laki lebih tinggi yakni 52,25 persen.
Peningkatan juga terlihat di kelompok usia 16-18 tahun. BPS Kota Malang mencatat APTS pada 2021 sebanyak 15,70 persen. Meningkat pada 2022 menjadi 17,77 persen dan pada 2023 menjadi 19,10 persen.
Di dalam sumber data yang sama, persentase perempuan lebih tinggi pada kategori usia 16-18 tahun yakni 20,25 persen pada 2023. Sedangkan laki-laki tercatat 18,00 persen.
Kategori kelompok usia 13-15 tahun, pada 2021 tercatat ada 3,39 persen APTS. Pada 2022, angkanya turun hingga menyentuh 0,00 persen.
Namun pada 2023 naik kembali menjadi 1,46 persen. Pada 2023, persentase laki-laki yang putus sekolah tercatat 3,05 persen. Sementara perempuan persentasenya nol.
Sementara di rentang usia 7-12 tahun, persentase APTS 0,00 persen. Dalam laporan yang diunggah ke publik, BPS Kota Malang mencantumkan, sumber data tersebut berasal dari BPS, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat akan meninjau kembali data yang ada mengenai putus sekolah. Ia cukup penasaran dengan data tersebut karena yang ia tahu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tinggi.
“Kalau dari pendidikan, coba lihat IPM kita bagus. Itu salah satu indikatornya terkait sekolah. IPM kita tinggi kok, coba saya cek lagi,” ujarnya singkat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana berbeda pendapat dengan data yang dicatat oleh BPS Kota Malang. Berdasarkan pengetahuannya, tidak ada angka putus sekolah di Kota Malang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim telah bekerjasama dengan PKK Kelurahan untuk mendata anak putus sekolah. Saat diwawancarai, Suwarjana mengaku tidak pernah mendapatkan laporan dari PKK Kelurahan terkait informasi anak putus sekolah.
“Kalau di kami, SD dan SMP sudah nol. Insha Allah tidak, coba saya telusuri. Saya sudah kerjasama dengan PKK Kelurahan, mereka tidak mendapatkan anak yang putus sekolah. Kalau mereka putus sekolah, pasti ada di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kami fasilitasi semua. Pastinya. kami tidak ada. Di mana kalau ada yang bisa mencari, hari ini juga saya datangi,” tegas Suwarjana.
Setelah ditunjukan data yang diunggah oleh BPS Kota Malang, terdapat 1,46 persen angka putus sekolah untuk rentang usia 13-15 tahun. Rentang usia tersebut pada umumnya berada di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memang menjadi kewenangan Pemkot Malang.
Adanya angka putus sekolah di tingkat SMP menjadi pertanyaan penting karena Pemkot Malang memiliki program gratis pendidikan dari SD hingga SMP. Suwarjana menyatakan akan mengkonfirmasi kembali data yang ada ke BPS Kota Malang.
Wahyu Hidayat
Suwarjana
Kota Malang
Angka Putus Sekolah (APTS)
Dinas Pendidikan
SURYAMALANG.COM
Badan Pusat Statistik (BPS)
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.