Berita Surabaya Hari Ini
Bonsai Kimeng, Karya Seni Mahal dan Cerita Para Penggemarnya di Surabaya
Bonsai kimeng dikenal dengan bentuknya yang beringin, besar di bawah dan semakin kecil di atas membuatnya terlihat menarik.
Bonsai kimeng dikenal dengan bentuknya yang beringin, besar di bawah dan semakin kecil di atas membuatnya terlihat menarik. Umar menyebut, salah satu bonsai kimeng pada pameran indoor berasal dari Taiwan yang sudah dibudidayakan di Indonesia.
Reporter: Nurika Anisa
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Surabaya, HM Umar, menyebut bonsai bisa mahal karena memang sebuah karya seni.
Demi sebuah tanaman bonsai, seorang penghobi akan rela mengeluarkan puluhan hingga ratusan juta untuk sebuah bonsai.
“Merawat bonsai itu seni. Termasuk seni tiga dimensi, tidak bisa kalau tidak ada seninya. Kita punya imajinasi bagus, teknik, dan kalau dikerjakan dengan benar tidak ada ruginya. Kita lihat harga bonsai, tidak ada ruginya asal ya itu tadi,” ungkapnya ditemui di pameran Gandeng Renteng Grand City, Surabaya.
Berbagai jenis tanaman termasuk pohon disebut Umar bisa menjadi karya bonsai menarik. Tinggal bagaimana kemampuan berkreasi dari pembuatnya.
Namun, untuk membuat bonsai ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan agar tanaman tersebut punya kesempurnaan. Karena itu harga bonsai relatif mahal.
Menurut dia, salah satu daya tarik bonsai adalah pada bentuk batangnya. Batang pohon yang terkesan tua, dengan bentuk yang selaras. Itu bisa dengan melilitkan kawat. Namun butuh teknik dan ketelatenan.
Bonsai yang sudah “jadi” dan “matang”, kata Umar, bisa laku terjual dengan harga yang fantastis mencapai ratusan juta. Kriterianya dapat dilihat dari penampilan bonsai, gerak dasar, keserasian dan kematangan.
Meski proses perawatan yang dibutuhkan tidak singkat. Untuk ukuran bonsai relatif kecil disebutnya harus memakan waktu minimal empat atau lima tahun. Semakin tumbuh besar, semakin panjang waktu yang dibutuhkan. Bahkan hingga puluhan tahun.
| JANGAN KAGET! Jadi Wali Kota/Bupati Butuh Modal 70 Miliar, Jadi Gubernur Butuh Modal 1,7 Triliun |
|
|---|
| Universitas Ciputra Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Transformasi Keuangan Digital |
|
|---|
| Rumah Sakit Baru Pemkot Surabaya RSUD Eka Candrarini Diresmikan, Layanan Unggulan Bagi Ibu dan Anak |
|
|---|
| Pemprov Jatim Distribusikan PLTS ke Sekolah, Ajak Gunakan Green Energy |
|
|---|
| Kesenjangan dan Lemahnya Inovasi Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Jatim, Anggaran 2024 Justru Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ketua-Perkumpulan-Penggemar-Bonsai-Indonesia-PPBI-Cabang-Surabaya-HM-Umar.jpg)