Berita Malang Hari Ini
Pemkot Malang Dorong Budidaya Tanaman Pangan di Level Rumah Tangga
Dispangtan Kota Malang juga telah menyalurkan bantuan bibit cabai kepada kelompok tani, kelompok urban farming, dan kelompok wanita tani.
Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
Dispangtan Kota Malang juga telah menyalurkan bantuan bibit cabai kepada kelompok tani, kelompok urban farming, dan kelompok wanita tani sejumlah 5.000 bibit.
SURYAMALANG.COM, MALANG – Kementerian Dalam Negeri mendorong setiap daerah di Indonesia untuk menggalakkan penanaman komoditas pangan di tempat masing-masing. Gerakan ini sebagai upaya untuk mengatasi masalah inflasi. Angka inflasi banyak dipengaruhi oleh kebutuhan bahan pokok masyarakat.
Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi secara virtual, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir menegaskan perlunya peningkatan upaya perencanaan oleh pemerintah daerah guna mengatasi masalah inflasi.
“Kami berharap upaya pengendalian inflasi semakin baik dari waktu ke waktu terutama penanaman, sehingga bisa berkesinambungan terus menerus. Beberapa daerah sudah melakukan, tapi hasilnya belum signifikan karena belum terencana dengan baik,” ujar Tomsi yang dikutip dari situs resmi Pemkot Malang.
Tomsi menyebutkan bahwa hingga hari ini hanya 242 kabupaten/kota yang giat melaksanakan penanaman. Pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam menyusun perencanaan gerakan menanam. Terutama untuk penanaman sejumlah komoditas yang kerap mengalami gejolak harga, seperti bawang merah, cabai, dan jagung.
Komoditas tersebut menjadi perhatian karena kerap mengalami kenaikan harga di banyak daerah dan kerap memicu inflasi sehingga perlu upaya penanganan, salah satunya dengan gerakan menanam.
Menanggapi arahan Kemendagri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariadi mengungkapkan pihaknya telah memulai gerakan menanam tanaman cabai mulai November 2023 lalu. Dispangtan Kota Malang juga telah menyalurkan bantuan bibit cabai kepada kelompok tani, kelompok urban farming, dan kelompok wanita tani sejumlah 5.000 bibit.
“Bulan Maret dan April 2024 mulai panen. Harapannya dari panen cabai tersebut, sebagian bisa untuk dijadikan benih kembali. Pada tahun ini juga Dispangtan mendapatkan bantuan bibit tanaman cabai dari Bank Indonesia sebanyak 5.000 bibit melalui Perhimpunan Penyuluh Pertanian Kota Malang. Harapannya gerakan menanam di Kota Malang ini terus berkelanjutan,” harapnya.
Dalam rangka pembinaan dan pendampingan serta monitoring dan evaluasi (monev), Dispangtan juga membuka ruang komunikasi salah satunya dengan dibentuknya grup media perpesanan WhatsApp. Selain itu juga ada kunjungan langsung oleh para penyuluh pertanian lapangan ke kelompok tani urban farming dan kelompok tani hamparan.
Kota Malang menjalin kerja sama antar daerah dalam pemenuhan kebutuhan bawang merah. Sentra bawang merah ada di Kabupaten Probolinggo dan Nganjuk, sehingga Kota Malang Kerja Antar Daerah (KAD).
“Jadi Kabupaten Probolinggo sebagai sentra penghasil dan Kota Malang sebagai marketnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, Slamet menjelaskan adanya program urban farming yang telah dilaksanakan di 57 kelurahan dan 400 kelompok tani di Kota Malang. Program urban farming telah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya, terutama terhadap kebutuhan sayur mayur, lombok atau tomat.
"Urban farming lebih ke ketahanan pangan tingkat keluarga, kelompok tani, RT/RW. Minimal komoditi seperti sayur, tomat dan cabai bisa terpenuhi. Seperti kemarin cabai, kami menyalurkan 5.000 bibit cabai. Saat harga tinggi mereka panen sehingga harganya tidak bergejolak. Panennya sama antara urban farming dan hamparan," paparnya.
Setiap kelompok urban farming terdiri atas 25 orang.
Urban farming dilakukan di komplek tinggal warga yang memanfaatkan lahan sempit. Sementara itu, petani cabai di Kota Malang berada di Kecamatan Kedungkandang dan Lowokwaru. Di Kedungkangan, Slamet menyatakan ada 40 hektare lahan petani cabai. Sedangkan di Lowokwaru ada 30 hektare.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/warga-menanam-sayur-sayuran-metode-urban-farming-di-rw-07-kelurahan-sukoharjo-kota-malan.jpg)