Berita Viral

Kronologi Pria Viral Tarik Presiden Jokowi sampai Hampir Jatuh, Mengadu Gaji Ditahan Negara 6 Tahun

Kronologi pria viral tarik Presiden Jokowi sampai hampir jatuh, terobos Paspampres mengadu gaji ditahan negara 6 tahun, begini faktanya.

Youtube KOMPASTV
Pria viral tarik Presiden Jokowi sampai hampir jatuh, terobos Paspampres mengadu gaji ditahan negara 6 tahun, begini faktanya. 

SURYAMALANG.COM, - Kronologi pria viral tarik Presiden Jokowi sampai hampir jatuh belum lama ini viral di media sosial. 

Tujuan pria tersebut menerobos Paspampres untuk mengadukan nasib gajinya yang ditahan negara selama 6 tahun. 

Identitas dari pria yang membuat Presiden Jokowi hampir jatuh itu pun terungkap setelah berhasil diamankan Paspampres. 

Momen itu terjadi ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara

Dalam kunjungannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe Kabupaten Konawe, Selasa (14/5/2024), Jokowi sedang melakukan sesi konferensi pers.

Lalu tampak dalam video, seorang pria mengenakan baju bercorak batik muncul dari pintu depan RSUD lalu memaksa mendekati Jokowi 

Ketika itu Jokowi yang didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berdiri di sisi kiri belakang.

Sedangkan Penjabat atau Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto dan Pj Bupati Konawe Harmin Ramba berdiri di sisi kanan Presiden.

Lalu Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin berada di sisi kiri Jokowi.

Adapula Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari berdiri di belakang Andap dan Harmin.

Baca juga: Rezeki Pedagang Sate Warungnya Didatangi Ji Chang Wook Ramai Pembeli, Langsung Pajang Banner Besar

Saat Presiden Jokowi sedang menjawab pertanyaan wartawan, sosok pria berambut pendek itu tiba-tiba muncul dan dengan santai berjalan mendekati Jokowi tanpa ada petugas yang mencegahnya.

Pria itu semakin mendekati Presiden Jokowi dan seorang Paspampres sempat menangkapnya.

Namun pria itu sudah terlampau dekat di belakang Jokowi hingga berhasil menerobos barigade pejabat.

Pria tersebut lalu menarik lengan Jokowi hingga membuat posisi Presiden goyah dan nyaris jatuh.

“Gaji saya ditahan negara pak. Sudah 6 tahun pak,” ujar pria itu mengeluhkan nasibnya. 

Seorang pria nekat menarik Presiden Jokowi saat sesi wawancara
Seorang pria nekat menarik Presiden Jokowi saat sesi wawancara (via Tribunnews Sultra)

Presiden Jokowi pun sempat menoleh ke pria tersebut sebelum akhirnya kembali berdiri ke posisinya awal.

Lalu Jokowi kembali melanjutkan wawancara bersama wartawan didampingi Andap Budhi Revianto, Budi Gunadi, dan Harmin Ramba.

Begitupun dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Qodari yang berdiri di belakang Kepala Negara.

Identitas Pria Tarik Jokowi

Belakangan terungkap sosok pria yang menerobos dan menarik Presiden Jokowi di RSUD Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), tersebut.

Berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) miliknya, pria tersebut diketahui bernama Mahyuddin SSos seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mahyuddin lahir di Kota Kendari, Provinsi Sultra pada 5 Juni 1974 atau kini berusia 49 tahun dan beberapa pekan lagi usianya 50 tahun.

PNS tersebut beralamat di Kelurahan Awuliti, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsSultra.com (grup suryamalang), pria itu juga dikabarkan seorang sekretaris desa atau sekdes.

Baca juga: Nasib Aktor Terkenal Jatuh Miskin 3 Tahun Nganggur, Dulu Tenar di Sinetron Buce Li, Malu Dikira Kaya

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe, Suparjo, menyebutnya sebagai mantan PNS Sekdes.

"Beliau sebelumnya sekretaris desa berstatus PNS di Desa Awuliti," jelas Suparjo.

Mahyuddin sudah diberhentikan sebagai PNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas dugaan pelanggaran.

"Tahun 2022 diberhentikan atas dugaan pemalsuan ijazah," jelas Suparjo.

Suparjo pun memastikan sosok Mahyuddin tak lagi memiliki hak menerima gaji PNS dan tidak terdaftar di BKN.

"Tidak ada penahanan gaji karena yang bersangkutan bukan lagi PNS," ujar Suparjo.

Penjelasan Istana

Pihak Istana melalui Plt Deputi Protokol, Pers, dan Media, Yusuf Permana menjelaskan insiden seorang pria yang tiba-tiba menerobos pengamanan Presiden untuk menemui Presiden Jokowi.

"Tentu Paspampres dengan cepat mencegah orang tersebut dengan tujuan agar tidak menggangu Bapak Presiden yang sedang memberikan keterangan Pers," katanya kepada Tribunnews (grup suryamalang). 

Tim pengamanan kata Yusuf telah berkomunikasi kepada orang tersebut untuk menanyakan tujuan dari aksinya tersebut.

Baca juga: Status WhatsApp Terakhir Korban Kecelakaan di Jurang Kawasan Bromo Malang, Sempat Selfie di Restoran

Setelah ditelusuri ternyata pria itu ingin menyampaikan masalah kepegawaiannya sebagai PNS di Kabupaten Konawe kepada Presiden Jokowi.

Pihaknya kata Yusuf langsung berkomunikasi dengan Pemkab Konawe dan Pemprov Sulawesi Tenggara untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi.

Secara keseluruhan kata Yusuf kunjungan kerja Presiden ke Sultra berjalan dengan baik dan lancar.

Yusuf berterima kasih kepada masyarakat yang antusias menyambut kedatangan Presiden.

"Kami ucapkan terimakasih juga kepada Jajaran pengamanan yang sangat bersahaja dalam melakukan pengamanan kunjungan kerja Presiden RI selama di Provinsi Sulawesi Tenggara," pungkas Yusuf.

Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved