Berita Malang Hari Ini
Pertumbuhan Game Developer Profesional di Indonesia Masih 80-an, Jumlah Gamers Tembus 121 Juta Lebih
Pertumbuhan Game Developer Profesional di Indonesia Masih 80 an, Ada Potensi Besar Karena Jumlah Gamer Capai 121, 7 Juta
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Jumlah game developer di Indonesia masih mencapai 80an. Sedangkan jumlah gamers atau pemain game mencapai 121,7 juta.
Hal itu disampaikan oleh Riris Marpaung, CEO of GameCharger Studio pada wartawan di sela kegiatan pertemuan dengan game developer lokal di Ascent Premiere Hotel and Convention Malang, Jumat malam (17/5/2024). Data itu dikutip dari Kominfo pada 2021.
"Jumlah pemain game hampir separuh dari jumlah penduduk Indonesia," kata dia.
Dan sebagian besar para pemain game di Indonesia memakai HP/perangkat mobile baru perangkat komputer. Dengan jumlah game developer profesional yang masih sedikit menjadi peluang karena potensinya besar jika melihat jumlah pemain game.
Kegiatan di hotel itu diadakan oleh AMD Indonesia untuk lebih mengenalkan prosesor AMD Ryzen yang dapat menjadi pilihan utama bagi para game developer guna meningkatkan kualitas dan kinerja game yang mereka ciptakan.
Ditambahkan Donnie Brahmandhika, Retail and Product Enablement Manager AMD Indonesia, pihaknya mendorong perkembangan game developer lokal supaya makin bisa berkarya.
"Sekarang kan era gaming makin meningkat. Sebenarnya yang ingin kami harapkan adalah tidak hanya membuat game untuk Indonesia tapi juga bisa buat luar. Sebab platform gaming makin banyak dan bisa dijual global," papar Donnie.
Sehingga berpeluang bisa dinikmati masyarakat global. "Dari AMD mendukung para game developer bisa berkarya dan tumbuh lagi penerus-penerus sebelumnya," tambah dia.
Game developer ada di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Malang. Karena itu, Malang menjadi kota pertama yang dikunjungi AMD Indonesia dan menyusul ke wiiayaj lain.
Menurut Riris, membuat game butuh perangkat yang mumpuni agar bisa menyamai produk game developer seperti dari Jepang, China, Australia dan Korea.
"Makanya kami ingin menunjukkan tunjukan bahwa prosesor AMD tak hanya bisa buat main games atau kerja biasa, tapi bisa lebih dari itu," katanya.
Menurut Riris, dengan banyaknya orang bermain game menjadi peluang untuk membuat game yang perlu dimainkan. Jumlah game developer profesional yang masih 80 an masih terpusat di Jawa seperti di
Bandung, Malang, Jogja, Surabaya, Jakarta, Bogor dan Tangerang.
"Penyembabnya adalah dari talentnya yang lulusan perguruan tinggi lebih memilih bekerja di bidang lain dibanding jadi game developer. Mungkin karena lebih familiar dengan brand e commerse atau perusahaan teknologi," jawab Riris.
Maka jika melihat pasarnya yang luas dari sisi pemain, harusnya produk game meningkat. Namun bisa jadi pemain game lebih suka dengan produk luar. Namun orang luar menghargai produk Indonesia.
Dari hasil riset yang dilakukan studio Rossi, jumlah game produksi Indonesia mencapai ribuan.
Ascent Premiere Hotel and Convention Malang
GameCharger Studio
Riris Marpaung
SURYAMALANG.COM
game developer
gamers
Donnie Brahmandhika
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Donnie-Brahmandhika-Retail-and-Product-Enablement-Manager-AMD-Indonesia-Riris-Marpaung.jpg)