Berita Malang Hari Ini
SMA Brawijaya Smart School Malang Hasilkan 25 Karya Film Pendek
Siswa kelas 10 dan 11 SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang menghasilkan 25 karya film pendek yang ditayangkan di Hall Amphitheatre
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Siswa kelas 10 dan 11 SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang menghasilkan 25 karya film pendek yang ditayangkan di Hall Amphitheatre 1 dan 2 lantai V di Malang Creative Centre (MCC), Jumat (17/5/2024).
Pagelaran karya siswa itu terkemas dalam VIXXI 3.0 atau Movie Festival kelas X dan XI di tahun ketiga. Film itu bergenre film fiksi, dokumenter, iklan layanan masyarakat dan voice over.
Menurut Dimas Rizky Syahbayu SPd, ketua pelaksana kegiatan VIXXI 3.0 SMA Brawijaya Smart School, ini merupakan kegiatan tahunan di BSS yang merupakan event unggulan.
"Lebih pada edukasI pada siswa yang menitik beratkan pada praktik langsung dalam pembuatan karya film. Dulu awalnya berangkat dari mapel Bahasa Indonesia terkait teater dan drama," kata Dimas kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (27/5/2024).
Ketika pandemi lalu, ia ingin siswa tetap berkarya melalui program karya film. Temanya adalah Kampana Rahsa Nirankara. Yang artinya rtinya seorang manusia harus punya getaran rasa pada yang maha agung.
"Kami dari guru-guru sekolah ingin siswa dalam proses setiap karya untuk mengingat yang maha esa," tuturnya.
Tema ini juga bisa jadi sub tema karena dalam Kurikulum Merdeka dimana ada P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Dari tema besar itu mengerucut pada P5 yaitu suara demokrasi dan kearifan lokal.
"Harapannya anak-anak bisa membuat dengan tema film tersebut dari cerita mereka. Keseharian mereka, kearifan lokal di rumah," tanbah guru Bahasa Indonesia ini.
Untuk pembuatan film, siswa dibagi kelompok-kelompok. Dalam satu kelas dibagi dua kelompok. Sebelum produksi, siswa diajarkan dasar-dasar film seperti film iklan layanan masyarakat, dokumenter, voice over dan fiksi.
"Ide-ide kreatif mereka tidak dilepas liar karena anak seusia itu harus diarahkan seperti terkait alur cerita, skrip dsb. Jadi ada uji kelayakan sblm produksi," kata guru ini.
Durasi film maksimal 15 menit. "Pasca ini, karya siswa tak terhenti di P5 tapi bisa diikutkan ke festival/kompetisi film pendek di luar," jelas dia.
Ia berharap bekal soft skill ini bisa bermanfaat buat siswa kelak. Sedang Fazryl Tangguh Ardyansa, siswa kelas 11.1 menjelaskan kelompoknya mengangkat tema umum demokrasi yang ditetapkan sekolah.
"Yang saya pakai di kelompok saya adalah dekokrasi yang tercipta di keluarga," ceritanya.
Lokasi syutingnya di Beji, Kota Batu dan pantai di Kabupaten Malang. Judul filmnya Bersama Dengan Cerita dengan durasi 11 menit.
Menurut dia, sebagai siswa ia senang karya film untuk P5 bisa dikenang lama. Selain untuk lomba di sekolah, mungkin nanti diikutkan di kompetisi film pendek.
"Kalau menurut saya, ada proyek seperti jadi bisa melatih manajemen waktu dan sosial dan menambah soft skill," pungkasnya.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Poster-film-pendek-kegiatan-VIXXI-30-di-Malang-Creative-Centre-MCC-Jumat-1752024.jpg)