Kamis, 16 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Cara Cegah Wabah PMK di Hewan Sapi Kurban Ala Peternak Kota Malang, Buat Ramuan Jamu Tradisional

Peternak sapi kurban di Kota Malang mencari solusi sendiri untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

|
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Peternakan sapi kurban yang ada di Kampung Sanan Kecamatan Blimbing Kota Malang , Minggu (26/5/2024). 

SURYAMALANG. COM, MALANG - Peternak sapi kurban di Kota Malang mencari solusi sendiri untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Mereka membuat 'pagar' agar hewan ternaknya tetap sehat dan terhindar dari penyakit tersebut.

Baca juga: Harga Sapi Kurban Jelang Idul Adha 2024, Peternak di Kota Malang Beri Treatment Pakan Kombinasi

Salah satu peternak sapi yang ada di Kampung Sanan Kecamatan Blimbing Kota Malang, Setio Kuncoro (41) mengatakan, punya cara khusus agar sapi kurbannya terhindar dari PMK.

Cara khusus itu yaitu, dengan memberikan ramuan jamu tradisional yang dibuat secara khusus.

"Untuk mencegah PMK maupun penyakit lainnya, biasanya kami beri jamu. Ramuan jamunya itu terdiri dari kunir, temulawak, sama telur bebek," ujar Setio, Minggu (26/5/2024).

Selanjutnya, ramuan tersebut dicampur menjadi satu lalu dimasukkan ke dalam wadah ember berkapasitas 20 liter.

Sebagai informasi, ia memelihara sebanyak 16 hewan sapi kurban.

"Satu ember itu, bisa digunakan untuk 4 ekor sapi. Dan dalam sebulan, biasanya kami berikan antara 2 hingga 3 kali," jelasnya.

Baca juga: Dispangtan Kota Malang Gencarkan Vaksinasi dan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2024

Selain memberikan ramuan jamu tradisional, pihaknya juga rutin menjaga kebersihan kandang.

"Tiga minggu yang lalu, petugas kesehatan dari dinas (Dispangtan Kota Malang) sudah datang kesini untuk mengecek kesehatan hewan . Termasuk, kami juga proaktif memanggil mantri atau tenaga kesehatan untuk suntik vitamin pada sapi kurban," terangnya.

Setio memperkirakan pada Idul Adha kali ini, penjualan sapi kurban akan lebih bergairah dibandingkan tahun lalu. Mengingat, tahun lalu peternak sapi masih berjibaku dengan PMK.

"Kalau sekarang, PMK sudah bisa ditangani dan tidak menular cepat seperti tahun lalu. Setidaknya tidak sampai mati terus, seperti dulu saat parah-parahnya," tandasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved