Berita Malang Hari Ini

Calon Peserta Didik yang Memilih SMK Ada Tes Kesehatan dan Fisik di PPDB Kota Malang

Pengambilan pin dan validasi data untuk kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 4 Kota Malang di hari ketiga terlihat ramai

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
SMKN 4 Malang, Rabu (29/5/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pengambilan pin dan validasi data untuk kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 4 Kota Malang di hari ketiga terlihat ramai oleh calon peserta didik dari SMP, Rabu (29/5/2024).

Selain itu juga ada yang melakukan tes kesehatan dan fisik. Yang melakukan ini umumnya memakai seragam olahraga SMP. Kegiatan ini dilakukan di SMK yang akan mereka tuju/pilih saat PPDB nanti. Sedang untuk masuk SMAN tidak ada kegiatan ini.

Seperti dilakukan Alya yang sudah melakukan pengambilan pin dan validasi di SMKN 6 pada Selasa (28/5/2024). Pada Rabu (29/5/2024), ia ke SMKN 4 untuk tes kesehatan dan fisik karena ia ingin mendaftar ke SMKN 4 itu.

Ia dicek tinggi badan, tes buta warna serta dilihat badannya bertato atau tidak. Pada calon peserta didik pria juga dicek apakah bertato atau memiliki tindik di telinganya.

"Pada PPDB tahun ini memang dicek lebih dulu sebelum mendaftar. Mungkin ini berbekal pengalaman sebelumnya," jawab Gunawan Dwiyono, Kepala SMKN 4 Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM di kantornya, Rabu (29/5/2024).

Pada PPDB tahun lalu, begitu diterima di SMKN, baru dilakukan tes kesehatan dan fisik. Namun sekarang sebelum diterima, dilakukan pengecekan dulu. 

"Tes buta warna itu juga penting karena SMK kan bergerak di teknologi. Jadi sejak awal dikawal," jawabnya.

Pada PPDB untuk masuk SMKN, porsi terbesar di jalur prestasi nilai rapor 65 persen. Sisanya ada zonasi 10 persen, lalu prestasi lomba, afirmasi dan mutasi orangtua.

Pada hari kedua lalu pengambilan pin mencapai 400 orang. Ia mengatakan meminta panitia PPDB di SMKN 4 pro aktif pada calon peserta didik yang datang.

"Sebab kan ada hal baru di prosedur. Seperti mengambil pin dan validasi di sekolah terdekat alamat rumah," jawab dia.

Di aplikasi akan muncul lima sekolah untuk itu. Sehingga tidak bisa ke sekolah tertentu sembarangan karena pasti ditolak di sistem. Sehingga harus memperhatikan informasinya.

"Kalau ada yang terlihat menunggu antri, panitia saya minta cek apakah benar pilihan sekolahnya dan kelengkapan berkasnya," kata mantan Kepala SMKN 11 Malang ini.

Jika diketahui lebih awal, maka calon peserta didik tidak perlu mengantri lama karena sudah tahu kekurangannya. Atau segera ke SMKN sesuai petunjuk di aplikasinya.

Di SMKN 4 mempunyai delapan jurusan yaitu Teknik Grafika, Desain Komunikasi Visual, Rekayasa Perangkat Lunak, Animasi, TKJ, Mekatronika, Logistik dan Perhotelan.

"Teknik Grafika nanti menerima 8 rombel/kelas. Rombelnya banyak karena hasil gabungan dua program keahlian sebelumnya," jawab kasek. 

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved