Senin, 4 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Pemkot Malang Komitmen Gunakan APBD untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, meminta seluruh perangkat daerah mampu menggunakan anggaran secara efektif, efisien

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pegawai di Pemkot Malang berkomitmen mengoptimalkan penggunaan anggaran yang telah ditetapkan melalui APBD untuk kepentingan publik.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, meminta seluruh perangkat daerah mampu menggunakan anggaran secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Dalam rilis resmi Pemkot Malang yang diterima SURYAMALANG.COM, Erik Setyo Santoso menyampaikan bahwa saat ini Pemkot Malang sedang dalam pembahasan APBD perubahan Tahun 2024 dan APBD Tahun 2025. Kegiatan yang telah direncanakan harus berorientasi terhadap kemanfaatan banyak orang.

“Mohon dipetakan kegiatan yang benar memberikan kemanfaatan bagi masyarakat utamanya. Agenda rutin yang tidak secara langsung memberikan layanan masyarakat dihindari, dikurangi, dan ditinggalkan,” tegas Erik Setyo Santoso, Senin (10/6/2024).

Selain itu, Erik juga meminta perangkat daerah untuk segera memfokuskan kembali anggaran sehingga tidak ada alokasi anggaran yang tidak memberikan dampak secara langsung.

“Sehingga tidak ada satu rupiah pun alokasi anggaran yang tidak memberikan dampak pada kemajuan. Tidak hanya di sisi pengeluaran, tapi juga soal pendapatan, keuntungan dan dampak,” terangnya.

Erik juga menekankan agar pelaksanaan reformasi birokrasi berdampak harus menjadi pedoman dalam jalannya roda pemerintahan. Ia meminta menuju akhir 2024 dan awal  2025 layanan langsung harus terus membaik.

"Sehingga indikator kerja masing-masing dapat tercapai,” urainya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengungkapkan, Pemkot Malang perlu memaksimalkan segala hal yang ada. Ia menyoroti bantuan pangan untuk warga yang terserap hanya 53 persen saja. Menurutnya, hal itu  perlu diperbaiki ke depannya.

"Untuk bantuan rakyat miskin sampai ada Silpa itu yang perlu ditekankan. Kenapa bantuan pangan untuk rakyat miskin justru terserap 53 persen? Ini menjadi perhatian kami bersama," ujarnya.

Berkaca pada pengalaman tahun lalu, Made meminta Pemkot Malang tidak muluk-muluk memasang target. Pemkot Malang memiliki berbagai perangkat yang bisa memprediksi pendapatan sesuai kemampuan. 

Menurutnya, target yang ditetapkan disesuaikan dengan kemampuan yang ada sehingga antara pendapatan dan serapan bisa seimbang. Ia tidak ingin target yang tinggi, tetapi tidak bisa terpenuhi. Di sisi lain berpotensi bisa mengakibatkan gagal bayar oleh Pemkot Malang.

"Kalau kondisi ekonomi, parameternya terutukur. Tadi tidak disampaikan alat ukurnya apa. Oleh karena ini persiapan APBD 2025, kalau memang riilnya pendapatan PAD seperti itu, tidak usah dibuat muluk-muluk tinggi daripada tidak tercapai."

"Nanti kan kaitannya dengan penyerapan. Kami tidak ingin Kota Malang gagal bayar," kata Made mengingatkan Pemkot Malang.

Kondisi ekonomi, ketaatan wajib pajak, serta hambatan lapangan menjadi penyebab tidak tercapainya terget Pendapatan Daerah maupun Pendapatan Asli Daerah di Kota Malang pada 2023. Pada 2023, Pendapatan Daerah ditarget Rp 2,3 Triliun. Terdapat kurang target sebanyak Rp 33 miliar.

Sementara Pendapatan Asli Daerah ditarget sebanyak Rp 1,1 triliun. Pemkot Malang berhasil menggalang Rp 792 miliar yang persentase capaiannya 79,07 persen.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved