Kamis, 16 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Simulasi Pengamanan Pilkada 2024 di Kota Malang, Diwarnai Aksi Demo Anarkis dan Pembebasan Sandera

Simulasi pengamanan Pilkada 2024 digelar di Jalan Tugu atau tepatnya di depan Balai Kota Malang, Rabu (12/6/2024).

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri melakukan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk Pilwali Kota Malang 2024 di Balai Kota Malang, Rabu (12/6/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Simulasi pengamanan Pilkada 2024 digelar di Jalan Tugu atau tepatnya di depan Balai Kota Malang, Rabu (12/6/2024). Dalam simulasi tersebut, seluruh skenario pengamanan diterapkan.

Di dalam simulasi, diskenariokan dengan pendistribusian kotak suara dan berlanjut dengan adanya kegiatan kampanye. Disusul dengan kegiatan pemungutan suara.

Setelah itu berlanjut dengn rekapitulasi penghitungan suara. Namun mendadak, ada massa aksi unjuk rasa yang tidak puas dengan hasil pemilu dan berujung dengan aksi anarkis.

Massa pun berhasil dipukul mundur oleh Pasukan Pengendali Massa (Dalmas) Polresta Malang Kota.

Namun ternyata, ada massa lainnya dan berbuat brutal dengan melakukan perusakan serta melakukan penyanderaan anggota KPU.

Melihat kondisi semakin mengkhawatirkan, Polresta Malang Kota meminta bantuan Brimob.

Tidak lama kemudian, Brimob mengirimkan pasukan anti teror dan berhasil membebaskan sandera. Sedangkan pelaku penyanderaan, berhasil ditangkap dan segera diamankan.

Petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri melakukan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk Pilwali Kota Malang 2024 di Balai Kota Malang, Rabu (12/6/2024).
Petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri melakukan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk Pilwali Kota Malang 2024 di Balai Kota Malang, Rabu (12/6/2024). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Dalam simulasi pengamanan Pilkada 2024 tersebut, melibatkan personel dari seluruh unsur jajaran samping. Baik dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, Dishub Kota Malang, Satpol PP Kota Malang dan Brimob Batalyon B Satbrimob Polda Jatim, dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, di dalam pelaksanaan simulasi tersebut, melibatkan sebanyak 500 personel gabungan.

"Dalam simulasi ini, ditunjukkan bagaimana sistem pengamanan kota atau Sispamkota berjalan."

"Bisa disaksikan, bagaimana kami mengamankan Kota Malang dari adanya huru hara ataupun kejadian-kejadian yang dapat mengganggu kamtibmas," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (12/6/2024).

Pria yang akrab disapa BuHer ini juga menerangkan, bahwa telah dilakukan pemetaan terkait potensi kerawanan Pilkada 2024 di Kota Malang.

"Yang kami prediksi, terjadi perusakan-perusakan terhadap kantor KPU dan Bawaslu termasuk obyek-obyek vital lainnya semisal ATM dan pertokoan. Sehingga, pengamanan harus kami persiapkan."

"Dan dalam simulasi Sispamkota ini, ditunjukkan kesiapan kami. Dan semoga prediksi-prediksi ini tak terjadi di saat pelaksanaan Pilkada 2024," bebernya.

Petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri melakukan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk Pilwali Kota Malang 2024 di Balai Kota Malang, Rabu (12/6/2024).
Petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri melakukan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk Pilwali Kota Malang 2024 di Balai Kota Malang, Rabu (12/6/2024). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

BuHer juga menerangkan, bahwa Polresta Malang Kota telah mendapatkan hibah anggaran dari Pemkot Malang sebesar Rp 5,7 miliar. Dimana dana tersebut, dipakai untuk pengamanan pelaksanaan Pilkada di Kota Malang.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved