Berita Malang Hari Ini

Lestarikan Bahasa Walikan, Kedai Kopi di Kota Malang Tawarkan Konsep Unik

Kedai kopi bernama Sebastien yang terletak di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 8, Kecamatan Klojen, Kota Malang menawarkan sebuah konsep unik.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Barista saat meracik kopi di kedai kopi Sebastien Kota Malang, Rabu (26/6/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kedai kopi bernama Sebastien yang terletak di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 8, Kecamatan Klojen, Kota Malang menawarkan sebuah konsep unik.

Apabila konsumen memesan memakai bahasa walikan, maka akan mendapat harga lebih murah.

Di samping itu, kedai kopi tersebut juga mengusung nuansa retro ala tahun 1960-an. 

Pemilik tempat kopi, Didik Sapari (50) mengatakan, hal itu dilakukan untuk melestarikan bahasa walikan khas Malang itu sendiri.

"Di Malang ini, setiap tahunnya ada sekitar 300 ribu mahasiswa. Dan sebagian besar, mereka tidak mengerti tentang bahasa walikan."

"Oleh karenanya, saya usung konsep seperti itu semata-mata agar bahasa walikan tetap lestari dan tetap dikenal anak-anak muda," ungkapnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (26/6/2024).

Dirinya menjelaskan, konsumen yang memakai bahasa walikan akan mendapatkan diskon sebesar 40 persen.

"Jadi, orang yang kesini ingin dapat diskon besar, caranya mudah. Yaitu, harus bisa pakai bahasa walikan," tambahnya.

Sebagai contoh menu minuman Kopi Tubruk Robusta, apabila pembeli menggunakan bahasa walikan, maka bisa mendapatkan harga Rp 8 ribu. Tetapi apabila menggunakan bahasa lainnya, maka harganya tetap Rp 15 ribu.

"Banyak orang kesini karena konsep bahasa walikan itu, dan sebelum pesan pasti diberi tahu sama baristanya," imbuhnya.

Sebagai informasi, kedai kopi itu buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Selain itu, minuman kopi yang dijual juga berasal dari biji kopi lokal dari kaki Gunung Arjuno

Pada awalnya, konsumen yang datang sebagian besar berasal dari warga Malang Raya. Setelah tiga bulan berjalan, rata-rata pembelinya yakni warga luar Malang Raya yang sedang berkuliah.

"Rata-rata dalam sehari, bisa terjual hingga 120 cup. Dan itu bukan kopi saja, tetapi juga aneka minuman lainnya," jelasnya.

Di sisi lain, konsep kedai kopi yang unik menjadi ciri khas dan akan terus dipertahankan. Sebab, hal itu sudah menjadi tren di masyarakat.

"Saat ini, trennya seperti itu. Karena pasarnya ada dan intuisi usaha harus terus berjalan," pungkasnya.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved