Berita Viral

Perjuangan Sri Disabilitas Pungut Sampah hingga Malam Demi Nafkah, Anaknya Belajar di Emperan Toko

Beginilah perjuangan Sri disabilitas pungut sampah hingga malam demi nafkah untuk keluarganya. Sang anak setia menemani sambil belajar di emperan toko

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Perjuangan Sri Disabilitas Pungut Sampah hingga Malam Demi Nafkah, Anaknya Belajar di Emperan Toko 

SURYAMALANG.COM - Beginilah perjuangan Sri disabilitas pungut sampah hingga malam demi nafkah untuk keluarganya.

Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang wanita pemulung yang tengah bekerja pada malam hari sembari ditemani anak perempuannya di depan sebuah minimarket di Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Video itu viral setelah diunggah Ardian Kurniawan Santoso di akun instagram miliknya.

Perempuan itu diketahui bernama Sri (39).  dalam video itu ia terlihat sedang mengumpulkan sampah-sampah untuk dimasukkan ke dalam karung.

Sri juga terlihat memiliki keterbatasan fisik, kesulitan berjalan kaki saat membawa karung-karung berisi sampah yang dia kumpulkan.

Sementara itu, tampak anak perempuannya yang diketahui masih mengenyam bangku kelas 3 SD duduk bersandar di tembok halaman minimarket sambil memegang buku dan alat tulis.

“Seorang pemulung dengan keterbatasan fisik, adik (anak perempuan) tetap semangat belajar walaupun di pinggir jalan. Dia ingin beli peralatan sekolah dan baju baru,” kata pengunggah video tersebut di Instagram, Ardian Kurniawan Santoso, Selasa (2/7/2024) mengutip Tribun Jateng.

Perjuangan Sri Disabilitas Pungut Sampah hingga Malam Demi Nafkah, Anaknya Belajar di Emperan Toko
Perjuangan Sri Disabilitas Pungut Sampah hingga Malam Demi Nafkah, Anaknya Belajar di Emperan Toko (Tribunnews)

Baca juga: Nasib Mbah Kannut Diperkarakan Soal Warisan, Suami Baru Wafat, Kini Anak-anaknya Diminta Bertobat

Baca juga: Guru Diminta Kembalikan Uang Negara Rp 75 Juta, Tak Tahu Pensiun Umur 58 Tahun, Padahal Tetap Ngajar

Dia menambahkan, Sri dan anak perempuannya sering terlihat di depan minimarket Pasar Sapi Kota Salatiga pada sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 WIB setiap malam.

Ardian juga membuka penggalangan dana bagi yang ingin membantu dan mendoakan Sri dan anaknya melalui rekening bank-nya.

 Dia juga mengungkapkan, bagi yang ingin langsung datang ke rumah Sri, bisa mencari alamatnya di sekitar Studio Sae, dekat warung makan gudeg.

“Masuk gapura, bisa tanya warga sekitar rumahnya Ibu Sri,” tandas Ardian. 

Kisah Sirilus Siko Kurir Paket Disabilitas Viral di Surabaya

Inilah kisah Sirilus Siko kurir paket disabilitas viral di Surabaya yang ternyata seorang atlet sepak bola Indonesia. 

Di tengah keterbatasannya, Sirilus Siko terus berusaha berkarya dan berkarir hingga akhirnya diterima jadi kurir paket JNE di Surabaya. 

Sosok Sirilus Siko jadi sorotan di media sosial setelah membagikan kesehariannya di akun TikTok miliknya @kurirdisabilitas.

Sehari-hari, Sirilus Siko mengantar paket dengan tongkat atau kruk yang membantunya berjalan.

Selain itu, Sirilus Siko juga memodifikasi motornya menjadi roda tiga yang dikendarai untuk membawa paket-paket customer.

Sirilus Siko kurir paket disabilitas viral di Surabaya mengemas barang
Sirilus Siko kurir paket disabilitas viral di Surabaya mengemas barang (TikTok @kurirdisabilitas)

Salah satu video yang pernah memperlihatkan bagaimana Sirilus Siko mengantar paket dari rumah ke rumah telah dilihat sebanyak 1,8 juta kali.

Lantas, seperti apa kisah Sirilus Siko?

Dilansir dari berbagai sumber, Sirilus Siko merupakan kurir disabilitas yang mengantarkan paket di kawasan Surabaya Timur.

Pria kelahiran Ende, 9 Juli 2001 ini kehilangan kaki kanannya sejak lahir.

Sirilus Siko bisa bergabung bersama JNE Surabaya melalui program Expressbility.

Setelah itu, Sirilus Siko pun diterima oleh JNE Express Surabaya pada bulan Oktober 2023.

Sirilus Siko saat bekerja jadi kurir paket di Surabaya
Sirilus Siko saat bekerja jadi kurir paket di Surabaya (TikTok @kurirdisabilitas)

Di balik pekerjaannya sebagai kurir paket JNE, Sirilus Siko adalah seorang atlet.

Bahkan, Sirilus Siko pernah tergabung dalam Timnas Sepak Bola Indonesia Amputasi yang dibentuk pada 2018.

Bersama Timnas, Sirilus Siko berhasil merebut gelar Juara Antarlive Challenge Cup Malaysia pada 2023.

Diketahui, kejuaraan itu diikuti oleh Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh.

Sirilus Siko juga atlet Timnas sepak bola amputasi selain kerja sebagai kurir paket di Surabaya
Sirilus Siko juga atlet Timnas sepak bola amputasi selain kerja sebagai kurir paket di Surabaya (TikTok @kurirdisabilitas)

Selain itu, Sirilus Siko juga tercatat bergabung bersama Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (PERSASI).

Sirilus Siko pun menjadi Best Player dalam Turnamen Piala Bupati Jember pada 2023.

Bersama timnya itu, Sirilus Siko sukses menempati posisi Runner Up Piala Menpora tahun 2022 dan 2023.

Berkat prestasi yang berhasil ditorehkannya, Sirilus Siko mendapat beasiswa penuh dari Universitas Muhammadiyah pada program Ilmu Hukum.

Bahagia Jadi Kurir Disabilitas

Di tengah prestasinya sebagai atlet, Sirilus Siko mengaku begitu cinta dengan pekerjaannya sebagai kurir paket.

Sirilus Siko ingin membuktikan jika dirinya bisa berkarier dan berkarya di JNE.

Setiap mengantar paket, Sirilus Siko pun merasakan kebahagiaan tersendiri melihat costumer menerima paket yang diantar olehnya. 

"Ada kebanggaan tersendiri setelah customer tersenyum bahagia atas paket yang diterimanya," tutur Sirilus Siko, dikutip dari jnenewsonline, Senin (15/4/2024).

"Kemarin, menjelang Lebaran paket yang saya bawa rata-rata baju dan perlengkapan Lebaran lainnya," tambah Sirilus Siko. 

Sirilus Siko kurir paket disabilitas viral di Surabaya
Sirilus Siko kurir paket disabilitas viral di Surabaya (TikTok @kurirdisabilitas)

Artikel Tribuntrends.com 'Kurir Disabilitas yang Viral di Surabaya Ternyata Atlet Timnas Sepak Bola Amputasi'.

Sirilus Siko pun selalu bertekad agar paket-paket itu sampai di tangan customer tepat waktu.

"Selama ini, di JNE saya merasa happy, lingkungan kerja juga mendukung" kata Sirilus Siko. 

"Teman-teman yang lain semuanya memberikan support dan tidak membeda-bedakan saya sebagai disabilitas, sehingga semangat untuk bekerja keras semakin berlipat," tutur Sirilus Siko.

"Saya berharap agar ke depannya JNE bisa merekrut teman-teman disabilitas yang lainnya," pungkas Sirilus Siko.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved