Berita Malang Hari Ini
56 Tahun Jins Emba Diproduksi di Malang, Kini Butuh Bantuan Pemkot untuk Promosi
Padahal, Emba berasal dari Kota Malang. Produksinya telah menguasai banyak tempat perbelanjaan modern di Kota Malang dan sekitarnya.
Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pelaku usaha garmen asal Kota Malang bermerk Emba membutuhkan bantuan promosi dari Pemkot Malang. Upaya ini perlu dilakukan untuk memasarkan produk asli Kota Malang yang sudah berdiri sejak 56 tahun lalu itu ke publik.
Bagian Personalian PT Kasih Kurnia Sejati yang memproduksi Emba, Joko Tritjahjana mengatakan banyak orang mengira bahwa Emba berasal dari Jakarta. Bahkan ada yang menganggap Emba adalah produk luar negeri.
Padahal, Emba berasal dari Kota Malang. Produksinya telah menguasai banyak tempat perbelanjaan modern di Kota Malang dan sekitarnya. Emba juga melayani permintaan luar negeri.
Bantuan promosi dinilai akan membantu Emba dikenal oleh publik lebih luas. Selain itu juga mengetahui bahwa Emba produk asal Kota Malang yang berkualitas.
"Di pabrik ada lebih dari 600 pekerja, kemudian di pusat perbelanjaan juga ada. Ada seribu lebih karyawan yang kami miliki," ujar Joko, Jumat (5/7/2024).
Emba mampu bertahan hingga setengah abad lebih dengan kepercayaan memberikan model atau desain yang terbaik bagi konsumennya. Kompetisi saat ini semakin penting dan sehat, namun Joko meyakini upaya mereka bertahan di tengah terpaan arus pemutusan hubungan kerja tidak akan berdampak buruk.
PT Kasih Kurnia Sejati tidak melakukan PHK sejauh ini. Mereka berupaya memepertahankan kualitas desain dan kain untuk menjaga produktivitas. Hal itu berdampak pada kebutuhan tenaga kerja sehingga tidak memungkinkan mengurangi karayawan. Dalam sehari, Emba dapat memproduksi 400 potong celana.
"Kami tidak ada PHK. Kami lebih banyak ambil tenaga perempuan. Hanya sebagian kecil saja yang laki-laki," ujarnya.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan PT Kasih Kurnia Sejati telah banyak membantu pembangunan Kota Malang. Keberadaan perusahaan itu juga telah memberikan dampak pada serapan tenaga kerja.
"Tadi saya melihat sejauh mana produksinya, tidak kalah dengan yang lain. Dari hasil produksi ini, sudah betul-betul sesuai keinginan desainer. Modelnya tidak kalah dengan yang lain. Bisa menyerap tenaga kerja di Kota malang. Kami menawarkan ke luar ada pabrik lokal dari Kota malang, kualitas bahannya juga tidak kalah. Apabila ini berkembang akan berkontribusi baik terhadap pendapatan daerah," ujar Wahyu dalam upaya mejawab harapan adanya bantuan promosi.
Wahyu juga menerangkan, selain kembanggan produk asli Kota Malang, Emba memiliki kearifan lokal. Hal itulah yang menjadi nilai lebih dari merk Emba. Wahyu telah memulai program Kamis Mbois yang menginstruksikan para pegawai mengenakan produk lokal. Tidak menutup kemungkinan produk Emba juga dipakai.
"Saya datang ke sini untuk menyemangati. Kemudian, Pemkot Malang memahami ada produk-produk dari Kota Malang yang tidak kalah. Kami berharap produknya bisa diketahui lebih luas oleh warga Kota Malang," kata Wahyu setelah mengunjungi pabri Emba.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.