Nasib 1 Keluarga Sakit Stroke Bahkan Ada Anak Kecil, Ternyata Gegara Makan Bahan Ini Setiap Hari

Miris nasib satu keluarga kena penyakit stroke bahkan ada yang masih anak kecil menjadi sorotan. Ternyata gegara makan bahan ini setiap hari.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
FOTO ILUSTRASI - Nasib 1 Keluarga Sakit Stroke Bahkan Ada Anak Kecil, Ternyata Gegara Makan Bahan Ini Setiap Hari 

Sementara itu, rasa sesekali lemak babi pada makanan dianggap tidak berbahaya.

Tapi keluarga ini menggunakannya setiap kali makan, sehingga mengakibatkan berbagai penyakit datang.

Memilih minyak yang baik dengan hati-hati sama pentingnya.

Terkait hal ini, Tan Dunzi berpesan agar dalam memasak sebaiknya usahakan menggunakan minyak yang tersedia.

"Tinggi asam lemak tak jenuh tunggal," yang direkomendasikan oleh American College of Cardiology termasuk minyak teh, minyak zaitun, dan minyak canola , yang semuanya kaya akan asam lemak tak jenuh ganda.

Minyak seperti itu dapat membantu meningkatkan kolesterol baik tubuh.

Baca juga: FAKTA-FAKTA Anggota DPRD Tembak Warga Saat Acara Pernikahan di Lampung Viral, Tak Sengaja Tertembak

Sementara itu dalam kasus lainnya, seorang wanita berusia 60 tahun tiba-tiba pingsan setelah makan pisang setiap hari.

Hal tersebut dialami oleh seorang wanita yang berasal dari Taiwan.

Ilustrasi
Ilustrasi (Google)

Dilansir dari sanook.com (6/7/2024) wanita tersebut ternyata setiap hari memakan pisang secara berlebihan.

Padahal menurut dokter memakan pisang disarankan agar tidak terlalu banyak dalam seminggu.

Diketahui wanita tersebut awalnya kesulitan buang air besar.

Kemudian dirinya memakan pisang setiap hari dengan harapan untuk melancarkan buang air besar.

Namun, setelah memakan pisang setiap hari wanita tersebut pingsan hingga akhirnya di bawa ke UGD di rumah sakit.

Wanita tua tersebut ditemukan pingsan dengan detak jatung hanya 42 kali per menit. 
 
Meskipun pisang memiliki banyak manfaat, ada beberapa orang yang tidak boleh memakannya.

Seorang ahli nefrologi asal Taiwan, Lin Xuanren menyebut jika pasien wanita tersebut memiliki hipertensi serta penyakit ginjal.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved