Jumat, 24 April 2026

Berita Malang Hari Ini

1405 Mahasiswa Unisma Laksanakan KSM di Dalam Negeri Hingga Thailand dan Malaysia

Sebanyak 1405 mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan kegiatan KSM (Kandidat Sarjana Mengabdi) ke Kabupaten Malang, Kabupaten Pamekasan

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Ribuan mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 1405 mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) ke Kabupaten Malang, Kabupaten Pamekasan Madura, Kabupaten Lombok Tengah NTB.

Ada juga yang ke Thailand bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Malaysia bagi mahasiswa FKIP. Pelepasan mahasiswa KSM dilakukan pada Senin (5/8/2024).

Menurut Prof Junaidi, Rektor Unisma, untuk KSM yang ke Malaysia dan Thailand adalah KSM internasional.

"Kalau yang KSM reguler, sasarannya di dalam negeri," jelas Rektor.

Selain itu, KSM reguler dipilah lagi menjadi dua karena ada KSM Nusantara. Di mana penempatannya berbasis asal daerah. Mahasiswa KSM Nusantara berasal dari daerah itu sendiri.

Sehingga mereka akan memberikan kontribusi pada daerahnya masing-masing.

"Mahasiswa juga lebih tahu dan paham tentang kondisi masyarakat di daerahnya masing-masing," kata Rektor.

Selain itu di dalam KSM ini juga ada KSM equivalensi. Di mana kegiatan kemahasiswaannya ada skornya. Dengan memiliki skor tertentu, nanti di equivalensi dengan pencapaian skor KSM. Mahasiswa melakukan kegiatan KSM selama tujuh pekan.

Tentang kegiatan KSM mahasiswa FK di Thailand berasal dari prodi Pendidikan Dokter dan Farmasi. Mereka berkegiatan di RS di Thailand Selatan. Sedang kegiatan di Malaysia, berupa pengabdian masyarakat pada sebuah ponpes dimana isinya para pekerja migran Indonesia.

Mahayu Woro Lestari, Ketua LPPM Unisma menambahkan, sasaran KSM di Kabupaten Malang di beberapa kecamatan. Dalam satu kecamatan, ada satu sampai tiga deaa.

Di Kabupaten Lombok Tengah NTB hanya satu desa. Begitu juga di Kabupaten Pamekasan Madura, hanya satu desa. Mahasiswa yang ikut KKM reguler sebanyaj 803 dan terbagi dalam 76 kelompok.

Tentang KSM equivalensi, jumlah pendaftar banyak. Namun yang diterima hanya 378 orang. Meski diequivalensi, tapi masih wajib hadir satu kali di di desa untuk melakukan pendampingan atau penyuluhan sesuai kemampuannya.

Sebab kegiatan mereka si organisasi. Belum ke masyarakat langsung.

"Tentang KSM Nusantara, sebenarnya gagasan rektor sebelumnya. Tapi baru terealisasi tahun ini. Dimana mahasiswa mengabdi pada daerahnya sendiri," jawab Woro.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved