Berita Jombang Hari Ini

Bocah Jawa Islam Pelestari Wayang Potehi, Muhammad Atahiya Jadi Dalang Umur 9 Tahun

Wayang Potehi atau Wayang Thithi yang sangat khas Tiongkok justru dilestarikan orang-orang Jawa di Jombang, Jawa Timur. 

Editor: Yuli A
Anggit Pujie Widodo
Wayang Potehi atau Wayang Thithi yang sangat khas Tiongkok justru dilestarikan orang-orang Jawa beragama Islam di Jombang, Jawa Timur.  Salah satu pelestarinya adalah bocah 9 tahun asal Desa Cukir Kecamatan Diwek, Jombang. Namanya Rasya Muhammad Atahiya. Ia masih kelas 4 di Sekolah Dasar Islam Sabilillah Cukir, Diwek. 

Reporter: Anggit Pujie Widodo

SURYAMALANG, JOMBANG - Wayang Potehi atau Wayang Thithi yang sangat khas Tiongkok justru dilestarikan orang-orang Jawa beragama Islam di Jombang, Jawa Timur. 

Salah satu pelestarinya adalah bocah 9 tahun asal Desa Cukir Kecamatan Diwek, Jombang

Namanya Rasya Muhammad Atahiya. Ia masih kelas 4 di Sekolah Dasar Islam Sabilillah Cukir, Diwek.

Meski masih bocah, dia cukup mahir menjadi dalang wayang yang dibawa para Tionghoa perantauan sejak berabad-abad silam. 

Dua tangannya cekatan memainkan karakter wayang potehi. Rasya mengaku percaya dirinya meningkat setiap memainkan karakter wayang. Tak ada sedikit rasa gugup dalam dirinya meski penampilannya disaksikan banyak mata.

Rasya menceritakan mengapa ia bisa terjun ke dunia wayang potehi, kesenian asal Tiongkok yang masih aktif di Jombang ini karena diajak rekannya.

"Saya memang senang melihat penampilan wayang potehi. Jadi waktu itu diajak teman saya ke komunitas wayang, jadi saya tidak menolak. Langsung saya terima," ucapnya, Selasa (6/8/2024).

Setelah masuk ke komunitas wayang potehi, semakin banyak juga kesempatannya untuk melihat penampilan wayang potehi dari jarak dekat. Dari situlah rasa ingin menjadi dalang mulai tumbuh dalam benaknya.

"Mulai tertarik karena sejak masuk komunitas sering melihat penampilan dan sering diajak kegiatannya," jelasnya.

Ia melanjutkan, baru belajar menjadi dalang wayang potehi baru empat bulan terakhir. Awalnya, ia memang mengalami kesulitan, terutama dalam segi bahasa. Terlebih, pementasan wayang potehi juga kebanyakan menggunakan bahasa China.

"Ada mentor juga yang selalu membimbing kalau ada kesulitan," ungkapnya.

Rasya juga mengaku semenjak berkiprah menjadi dalang meskipun baru seumur jagung, ia kerap diajak untuk tampil membawakan cerita wayang potehi. Biasanya ia tampil di markas wayang potehi di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

"Semoga ke depan bisa keliling Indonesia untuk membawakan cerita wayang potehi ini. Semoga bisa terwujud," pungkasnya berharap. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved