Pilkada Malang Raya 2024

Gaya Politik Dewa Bikin PDI Perjuangan Serius Menduetkannya dengan KD, Diberi Nama KRISDA

Namun untuk bisa menang di finish, sepertinya harus menambah staminanya jika mau bersaing dengan putera Rendra Kresna, mantan Bupati Malang itu.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
fraksinasdem.org
Kresna Dewanata Phrosakh 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Para politisi yang jadi rival Kresna Dewanata Phrosakh di Pilwali Kota Batu 2024, mungkin boleh merasa menang start.

Namun untuk bisa menang di finish, sepertinya harus menambah staminanya jika mau bersaing dengan putera Rendra Kresna, mantan Bupati Malang itu.

Sebab, apa yang dilakukan Dewa, sapaan Kresna Dewanata Phrosakh itu, jika diamati gaya berpolitiknya seperti meniru pola Grandmaster catur dunia, Magnus Carlsen, yang langkah kudanya bukan cuma sulit ditebak, namun bisa bikin lawannya terkaget-kaget.

Betapa tidak, tanpa terduga, Dewa tiba-tiba muncul di Hotel Harris, Kota Malang.

Ketua DPD Nasdem Kota Batu itu bukan sedang mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) yang biasa rutin dilakukan anggota dewan, namun ia sedang menemui para petinggi PDI Perjuangan.

Sebab, saat itu sedang ada acara pembekalan strategi pemenangan Pilkada 2024 buat calon kepala daerah (Cakada) asal PDI Perjuangan oleh Adian Napitupulu, wakil sektetaris (Wasekjen) DPP PDI Perjuangan selama dua hari dan berakhir Rabu (7/8/2024).

Kemunculan anggota DPR RI dua periode dari Nasdem itu sudah bisa ditebak oleh para politisi PDIP yang ada di hotel itu.

Katanya, itu terkait pematangan dirinya yang akan dipasangkan dengan Kris Dayanti (KD).

Saat itu juga ada Kris Dayanti, yang juga jadi peserta.

"Iya, Mas Dewa tiba-tiba muncul namun langsung menghadap bos-bos (elit PDIP)," ungkap Punjul Santoso, Ketua DPC PDIP Kota Batu, Jumat (9/8/2024).

Kemunculan Dewa itu rupanya menghadap Sri Untari Bisowaro, Sekretaris DPD PDIP Jatim terkait kesiapannya jika dipasangkan dengan Diva Indonesia.

Kini, Dewa punya tugas berat karena harus bisa membawa partai lain, yang bisa diajak koalisi buat menguatkan PDIP dengan Nasdem.

Makanya, Dewa saat ini harus berjibaku supaya bisa segera menyelesaikan elit partai di pusat sehingga yang di daerah, tak banyak syarat.

Mungkin, jika bukan PKS, ya Gerindra yang diharapkan bisa jadi partai pengusungnya.

"Iya, seperti itu. Termasuk, juga mencocokkan visi misi, sehingga saat ini kami tinggal mematangkan komunikasi dengan elit partainya," ungkap Untari, yang anggota DPRD Jatim tiga periode.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved