Pilkada Malang Raya 2024

Hari Ini Demokrat Rekom Abah Gun dan Dokter Umar, Prediksi Pakar Politik UB Seperti Bakal Terbukti

Hari Ini Demokrat Rekom Abah Gun dan Dokter Umar, Prediksi Pakar Politik UB Seperti Bakal Terbukti

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM
Gunawan Wibisono atau Abah Gun dalam podcast program Mata Lokal Memilih di Kantor Harian Surya, Kota Malang, Kamis (6/6/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pakar politik asal Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Anang Sujoko MSos MSi D COM, mencoba menerawang apa yang akan terjadi di Pilbup Kabupaten Malang 2024.

Ketika ditanya perihal Pilkada 2024 nanti, apakah petahana Muhammad Sanusi bakal tak punya lawan karena rekom semua partai akan diborongnya, lulusan S3 dari University of South Australia itu mengatakan belum yakin.

Alasannya, karena tak mungkin partai sebanyak ini akan tega menggadaikan ideologi partainya, hingga akhirnya jadi bebek, yang akan mendukung petahana semua.

Rupanya, prediksi Dekan Fisip UB Malang itu mulai terbukti. Indikasinya, Partai Demokrat yang mulai awal siap jadi koalisi PDI Perjuangan dengan PKB untuk mengusung pasangan Muhammad Sanusi-Lathifah Shohib, saat ini mulai mulet.

Beredar kabar jika ketua DPD dan para ketua DPC Demokrat, termasuk Hadi Mustofa alias Gus Thop, ketua DPC Demokrat Kabupaten Malang beserta kandidat yang akan diusungnya, diundang ke kantor DPP Demokrat, Kamis (15/8/2024).

Kabarnya, DPP Demokrat akan memberi rekom buat para kandidatnya. Dan, yang tak diduga banyak orang, di antara kandidat dari daerah lain, tertera di undangan itu ada nama Gunawan Wibisono, yang diketahui Cabup PDI Perjuangan, dan dokter Umar Usman, yang akan jadi pasangannya. Jika itu benar, maka Gunawan dan dokter Umar, yang akan jadi rival Sanusi-Lathifah.

"Iya, doakan saja. Ini mau berangkat ke Jakarta. Nanti, acaranya (ketemu orang DPP Demokrat) pukul 14.00 WIB," ujar dokter Umar.

Perlu diketahui, dokter Umar adalah Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Pemkot Malang.

Ia bukan orang baru di kancah politik Kabupaten Malang karena pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Malang tahun 2020, saat jadi ketua Tandfidiyah PCNU dulu.

Sepintas manuver Demokrat itu ibarat gigitan nyamuk kecil, yang boleh tak dianggap karena cuma punya satu kursi.

Namun, sekelas partai kecil seperti itu namun berani 'keluar' dari koalisi gemuk atau beberapa partai yang mendukung petahana, sepertinya ada yang menyiapkan karpet merah.

Jangan-jangan, ia cuma bagian kecil dari skenario besar yang sedang dimainkan partai besar. Itu jika bukan Gerindra, ya Golkar, karena merekalah, yang bernafsu untuk 'keluar' kongsi.

Sebab, mereka merasa masing-masing punya delapan kursi sehingga tinggal mengambil Demokrat dan Hanura, yang juga satu kursi, bisa mengusung kandidat sendiri.

"Iya, itu sudah kami diskusikan di tim (kalau hari ini Demokrat akan merekom mereka (Abah Gun dan dokter Umar)."

"Kita lihat saja, partai apa yang nanti akan jadi 'gelandangan' politik di Pilkada ini," tegas Kusairi, juru bicara tim sembilan pemenangan petahana, Sanusi.

Buat Kusairi, beloknya Demokrat yang tanpa beri sign itu, tak bakalan akan mengganggu koalisi gemuk, yang sudah mendukung petahana.

Informasinya, keberanian Demokrat yang mendadak bernyali seperti itu karena sudah ada tiktok-an dengan partai yang memiliki 8 kursi.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved