Berita Malang Hari Ini
Satpol PP Kelabui Jurnalis yang Berburu Informasi Keberadaan Wahyu Hidayat di Rumah Dinas Wali Kota
Satpol PP Kelabui Jurnalis yang Berburu Informasi Keberadaan Wahyu Hidayat di Rumah Dinas Wali Kota
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Petugas Satpol PP Kota Malang, Imam Safii, dan pembantu rumah tangga, Yanto, membohongi para jurnalis yang datang ke Rumah Dinas Wali Kota Malang di Jalan Ijen Nomor 2, Kota Malang, Kamis (15/8/2024).
Para jurnalis datang ke rumah dinas tersebut untuk mengonfirmasi dan mengklarifikasi informasi bahwa Wahyu Hidayat masih menempati rumah dinas meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang.
Saat pertama datang ke rumah dinas, Imam sedang berada di dalam pos penjagaan. Para jurnalis yang datang menyampaikan tujuan kedatangan mereka untuk bertemu Wahyu Hidayat.
Imam mempersilahkan para jurnalis menunggu di ruang tunggu posko yang berada di depan. Dari tempat ini, bagian halaman depan rumah dinas terlihat.
Lalu lalang kendaraan dan orang juga terlihat. Di pos penjagaan ini juga terdapat tampilan tangkapan CCTV dari berbagai sudut rumah.
"Mohon ditunggu dulu, saya komunikasikan," ujar Imam lalu berjalan ke belakang.
Tak lama kemudian, Yanto datang menawari jenis minuman. Seorang jurnalis bertanya kepada Yanto terkait keberadaan Wahyu Hidayat di rumah dinas. Yanto mengatakan ada seorang ajudan di dalam rumah dinas.
"Ada ajudan di dalam," kata Yanto.
Butuh waktu lama untuk bertemu penghuni rumah. Sejumlah jurnalis mulai curiga mengapa mereka tidak segera dipertemukan dengan Wahyu. Sekitar 30 menit menunggu di ruang tunggu pos penjagaan, Imam menyuruh para jurnalis berpindah tempat ke ruang transit.
Ruang transit berada di dalam. Tamu tidak bisa mengawasi bagian halaman rumah dinas dari ruang transit. Setelah sekian lama menanti, Imam datang kembali ke ruang transit dan menginformasikan bahwa rumah dinas telah kosong.
"Mohon maaf, rumah dinas sudah kosong," katanya.
"Sejak kemarin sudah tidak ada mantan Pj Wali Kota Malang. Mulai pelantikan itu sudah diangkut barangnya. Sudah pulang. Sudah kosong di dalam," imbuhnya.
Imam juga mengatakan bahwa anggota keluarga Wahyu Hidayat telah keluar dari rumah dinas pada Kamis pagi (15/8/2024). Imam menegaskan bahwa tidak ada orang di dalam rumah dinas.
"Sudah keluar anggota keluarganya tadi. Iya istri dan anaknya," terang Imam.
Meskipun mengatakan bahwa anggota keluarga Wahyu telah pergi pada Kamis pagi, namun Imam mengaku tidak tahu apakah istri dan anaknya Wahyu tidur di rumah dinas pada malam harinya. Ia berdalih bertugas giliran jam pagi sehingga tidak tahu kejadian semalam.
Para jurnalis yang datang pun kecewa. Pasalnya, jika petugas sudah mengetahui Wahyu tidak berada di dalam rumah dinas, mengapa para jurnalis masih disuruh menunggu di ruang tunggu dan ruang transit.
Sebelum pergi meninggalkan rumah dinas, para jurnalis mewawancarai Yanto. Pasalnya, Yanto menyatakan ada seorang ajudan di dalam rumah dinas.
Meskipun ada ajudan, namun Yanto menyatakan tidak ada pimpinan di dalam rumah dinas. Ia mengatakan Wahyu dan keluarganya tidak berada di dalam rumah dinas.
Permintaan untuk bertemu ajudan yang berada di dalam rumah dinas itu juga tidak diperbolehkan oleh Yanto. Alasannya, ajudan tersebut sedang sakit.
"Ajudannya ada di dalam. Sedang tidak enak badan. Namanya Aldi," kata Yanto.
Yanto pun mengaku tidak mengetahui keberadaan Wahyu di dalam rumah dinas. Sama seperti disampaikan oleh Imam tadi.
Yanto telah membantu mengangkut sejumlah barang milik Wahyu. Meskipun ia membantu mengangkut barang-barang milik Wahyu, Yanto mengaku tidak masuk ke dalam rumah sama sekali.
"Kalau ajudan ada, tapi untuk beliaunya (Wahyu) tidak ada. Saya kan hanya petugas kebersihan. Saya tidak berani masuk ke dalam. Bukan tanggungjawab saya di dalam rumah. Saya bersih-bersih taman," katanya.
Kata Yanto, ada pembantu Wahyu dari Pemkot Malang yang membantu mengangkut sejumlah barang dari dalam rumah, lalu menaruh barang tersebut di teras depan. lalu Yanto mengangku barang-barang di teras itu untuk dipindahkan ke rumah pribadi milik Wahyu di Jalan Setaman, Kota Malang.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Wahyu mengatakan barang-barang miliknya masih berada di rumah dinas. Sejak Senin sampai Rabu pekan ini, Wahyu mengaku berada di Jakarta. Keluarganya masih tinggal di rumah dinas saat ia berada di Jakarta.
Wahyu menjelaskan, keluarganya masih tinggal di rumah dinas karena rumah pribadi masih belum siap ditempati. Rumah pribadi yang berada di Jalan Setaman masih dibersihkan dan ditata.
"Kalau itu kan memang rumah saya masih dibersihkan dan lain-lain. Kalau saya sudah tidak tinggal di rumah dinas. Kalau keluarga mungkin beberapa sudah tinggal di rumah saya. Saya semalam datang ke rumah dinas saja sudah tidak ada siapa-siapa di sini. Saya sekarang di Jalan Setaman, di rumah," terangnya.
Yanto juga tidak memperbolehkan para jurnalis masuk ke dalam rumah dinas. Berbagai alasan disampaikan Yanto agar tidak ada yang bisa masuk rumah dinas.
Dalam wawancara melalui saluran telepon, Wahyu menggunakan diksi 'di sini' untuk menunjuk rumah dinas. Sedangkan rumah pribadinya, Wahyu menyebut Setaman.
"Tinggal barang-barangnya saja di sini. Pengemasan kan tidak cepat. Pindahan rumah kan tidak bisa dalam waktu singkat," ujarnya.
Wahyu mengatakan belum bisa memindahkan semua barang dari rumah dinas ke rumah pribadi karena pelantikan pergantian jabatan dianggap mendadak.
Pelantikan Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan sebagai pengganti Wahyu berlangsung pada Sabtu malam (10/8/2024).
Pada Minggu pagi, Wahyu sudah mengemas barang-barangnya. Senin hingga Rabu ia berada di Jakarta.
"Barang saya kan banyak di rumah ini. Saya Senin sampai Rabu di Jakarta. Jadi hitungannya sudah tidak tinggal di rumah dinas lagi," ujarnya.
Wahyu tidak mendapatkan surat pemberitahuan dari Pemkot Malang. Wahyu berpendapat, surat itu tidak dikirim ke dia karena para aparatur sipil negara paham kalau pindah rumah tidak bisa cepat.
"Semalam saya di Setaman, hanya barang saya masih di sini. Saya wira-wiri. Kalau saya bawa ke rumah, tidak cukup karena rumahnya kecil."
"Masih banyak berkas-berkas yang saya selesaikan. Kecuali pelantikannya sudah diberitahu lama, saya baru ada persiapan," kata Wahyu.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.