Nasib Erina Gudono Disebut Bau Ketiak, Beasiswa S2 di Amerika Minta Dicabut, Email Massal Dikirim

Nasib Erina Gudono disebut bau ketiak, beasiswa S2 di Amerika ramai kecaman agar dicabut, e-mail massal dikirim warganet ke University of Pennsylvania

|
Instagram @erinagudono
Erina Gudono disebut bau ketiak, beasiswa S2 di Amerika ramai kecaman agar dicabut, e-mail massal dikirim warganet ke University of Pennsylvania 

'Nggak bisa berhenti ketawain ini... itu beneran kebauan banget si adek dari cara dia naro buku di idung. EVERYONE KNOWS ERINA' tulis @an***ns.

Tak hanya itu, kabar tentang bau badan Erina semakin ramai setelah ada pengakuan dari seseorang yang mengaku sebagai teman sekelasnya saat di sekolah.

Beberapa pengguna media sosial bahkan mencoba untuk memverifikasi isu tersebut.

'Iya bau ketek' tulis akun X @al***yn dalam percakapan yang dibagikan.

Isu tidak berhenti pada bau ketiak saja.

Erina Gudono juga disebut-sebut memiliki masalah dengan bau kaki oleh seseorang yang mengklaim sebagai teman seangkatannya saat kuliah.

'BTW, kakinya juga bau. Bau prengus plus bau kaki, campur' lanjut @al***yn.

Seorang finalis Puteri Indonesia bernama Shania Binti Mahir Hamdun turut berkomentar mengenai tuduhan bau badan yang menyeret nama Erina Gudono.

'Disclaimer: orang tersebut beneran bau ketiak/dan bau badan. Ini fakta, jangan tanya lagi lewat DM' tulis Shania.

Meski demikian hingga kini Erina Gudono belum memberikan tanggapan langsung terkait isu bau ketiak dan kaki yang tengah ramai dibicarakan di dunia maya.

Beasiswa S2 Panen Kecaman Agar Dicabut

Selain itu, warganet Indonesia juga mengirim surat elektronik (e-mail) massal ke University of Pennsylvania, Amerika Serikat, menuntut pencabutan beasiswa S2 Erina Gudono.

Hal itu berkaitan dengan sikap Erina Gudono sebagai menantu presiden yang dinilai tidak etis.

Erina Gudono sempat mengunggah foto-fotonya memakan roti Rp400.000 hingga berbelanja stroller puluhan juta di Amerika Serikat.

Unggahan tersebut dinilai tidak pantas karena masyarakat tengah berdemo untuk menolak revisi Undang-Undang Pilkada.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved