Pilkada Malang Raya 2024

Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin Daftar Pilwali Kota Malang 2024, Pendukung Golkar Terpecah

Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin Daftar Pilwali Kota Malang 2024, Pendukung Golkar Terpecah

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Wahyu Hidayat dan Ali Mutohirin saat mendaftar di KPU Kota Malang, Rabu (28/8/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin telah mendaftar sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilwali Kota Malang 2024 di KPU Kota Malang, Rabu (28/8/2024).

Pasangan ini diarak dengan penampilan tarian tradisional menuju pintu gerbang masuk KPU Kota Malang.

Selain penari tradisional, juga ada sejumlah anak muda yang mengenakan rompi bertuliskan Pak Mbois di bagian belakangnya. Wahyu dan Ali diusung oleh 13 partai. Semua petinggi partai ikut serta mengantarkan Wahyu dan Ali mendaftar.

Ketika tiba, keduanya tidak langsung masuk ke dalam tetapi memilih untuk menyapa warga setempat, sembari menunggu pendamping pasangan bakal calon dari perwakilan partai koalisi datang. Wahyu menyatakan seluruh dokumen sudah diserahkan ke KPU.

"Semua partai pendukung mengantar kami daftar, semua berkas sudah diterima dan dicek," kata Wahyu, Rabu (28/8/2024).

Wahyu Hidayat menyebut masih ada satu kolom tanda tangan partai pendukung yang belum terisi, yakni dari PPP.

Hal itu lantaran ketua partai politik tersebut masih menjalankan ibadah umroh. Namun, KPU sudah mengonfirmasi berkas dukungan tersebut kepada yang bersangkutan.

"Sudah dihubung dan dikonfirmasi perihal dukungan. Dokumen yang dilampirkan sudah ditandatangani sekretaris, tinggal ketuanya," ujarnya.

Wahyu memilih Ali Muthohirin sebagai pendamping. Wahyu menyatakan jika hal itu merupakan perpaduan antara generasi kolonial dan milenial.

Selain itu, kombinasi pasangan tersebut menjadi gambaran kolaborasi antara kalangan birokrat dan politikus sekaligus pengusaha.

"Saya yakin kolaborasi dengan Mas Ali akan menghasilkan hal terbaik," ucapnya.

Sejumlah kader Golkar tidak mendukung terpilihnya Ali Muthohirin mendampingi Wahyu. Selasa malam (27/8/2024), ketika Wahyu dan Ali datang ke kantor DPD Golkar Kota Malang, sejumlah kader menolak terpilihnya Ali.

Mereka merasa bahwa Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko lebih pantas mendampingi Wahyu.

Wajar saja karena Golkar memeroleh kursi lebih banyak dari PSI yang merupakan partainya Ali Muthohirin di DPRD Kota Malang.

Menanggapi hal itu, Edi mengatakan bahwa dinamika seperti itu adalah hal yang wajar. Dirinya telah legowo dan disiplin mengikuti perintah serta tugas yang diberikan oleh pimpinan partai.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved