Reaksi Heran Reza Rahadian Ditawari Jadi Bupati Usai Ikut Demo, Mampu Tidak Gak Penting: Semudah Itu
Reaksi heran Reza Rahadian ditawari jadi Bupati usai ikut demo ternyata semudah itu, mampu atau tidak gak penting lagi.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Reaksi heran aktor Reza Rahadian ditawari jadi Bupati semudah itu membuatnya merenungkan nasib negeri ini.
Reza Rahadian menyadari tawaran itu jatuh kepadanya bukan berdasarkan kemampuan namun karena peluang mengingat sosoknya kini sedang jadi sorotan.
Beberapa waktu lalu nama Reza Rahadian memang sempat trending karena ikut dalam aksi demo tolak revisi UU Pilkada 2024.
Setelah itu, Reza Rahadian mengaku mendapat banyak tawaran menjadi pejabat publik mulai dari Bupati sampai Wakil Wali Kota.
Hal tersebut diungkap Reza Rahadian saat berbincang dengan Rosiana Silalahi dalam program ROSI tayangan KompasTV (grup suryamalang).
"Ditawari jadi bupati, menjadi kepala daerah, kemudian ditawari menjadi wakil wali kota," kata Reza Rahadian di kanal YouTube KompasTV, Minggu (1/9/2024).
Reza Rahadian langsung 'ditembak' mau atau tidak bukan ditanya apakah kredibel menjadi kepala daerah.
"Saya merasa waaw, prosesnya secepat itu, waaaw kok prosesnya semudah itu," ucap Reza Rahadian.
Baca juga: Mulut Jahat Driver Ojol Hina Pegawai Tuli Gak Usah Diberi Kerjaan Viral, Grab Langsung Turun Tangan
Reza Rahadian melanjutkan semua itu tidak luput dari sosoknya yang ikut demo beberapa waktu lalu.
"Hanya karena mungkin dianggap sedang panas atau kemarin nggak ada tuh pertanyaan buat saya" ujarnya.
"Apa saya ini sebenarnya kredibel ataukah saya mampu atau tidak punya knowledge atau tidak, nggak begitu," lanjut Reza Rahadian.
"Nggak ada langsung bersedia atau tidak dan buat saya itu kayak wah ini fit and proper test macam apa," kata Reza Rahadian.
Seketika itu Reza Rahadian langsung menolak tawaran maju di Pilkada 2024.
Apalagi selama ini Reza Rahadian tidak pernah tertarik masuk ke panggung poitik.
"Tidak ada dalam proyeksi saya masuk ke dalam partai politik," ucap Reza Rahadian.
"Saya berterima-kasih atas tawaran itu," lanjutnya.
Menurut Reza Rahadian, proses pemilihannya hingga ditawari sebagai kepala daerah itu berlangsung sangat cepat dan membuatnya heran.
Dalam demo tolak revisi UU Pilkada di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/8/2024) Reza Rahadian, memang sempat menyampaikan orasinya.
Reza Rahadian menyebut aksinya didasari rasa kecewa dengan kondisi bangsa ini.
"Ini bukan negara milik keluarga tertentu," kata Reza di atas mobil komando.
"Saya miris melihat ini semua," lanjutnya.
Baca juga: Kronologi Dokter Aulia Depresi Dipalak Senior Rp 40 Juta Per Bulan, Disuruh Buat Tesis dan Cuci Baju
Di balik kemampuannya sebagai aktor, ternyata ada darah pejuang di dalam tubuh Reza Rahadian yang merupakan cucu dari Francisca Fanggidaej.
Tidak banyak buku sejarah yang membahas soal Francisca Fanggidaej karena nasibnya sebagai pejuang perempuan yang terbuang.
Mengutip dari BBC tertulis "Francisca berperan dalam diplomasi di masa kemerdekaan tapi namanya dihapus dari sejarah".
Francisca merupakan perempuan asal Timor yang lahir pada 16 Agustus 1925 di Noel Mina, Pulau Timor karena ayahnya dari Belanda dirinya memiliki sebutan Belanda Hitam.
Di sisi lain, darah pribumi nan kental ada dalam diri Francisca.
Francisca mendapat pendidikan yang layak kala itu karena latar belakang keluarganya yang intelektual.
Jejak perjuangannya dimulai sejak muda namun harus kandas pasca-peristiwa G30SPKI.
Dikutip dari beragam sumber, Francisca muda adalah seorang jurnalis di kantor Berita ANTARA.
Bahkan Francisca pernah didapuk menjadi penasihat Presiden Soekarno di tahun 1964.
Dalam sebuah tugas pekerjaan, Francisca harus berangkat ke Chile mengikuti kongres organisasi wartawan.
Di saat yang sama, peristiwa G30SPKI meletus di tanah air yang mengakibatkan Francisca memilih untuk tetap berada di luar negeri.
Francisca khawatir, dirinya dicap sebagai bagian dari komunis hingga harus berganti-ganti identitas dan berpindah ke beberapa negara untuk menghindari pemburuan.
Selama pelarian itu, Francisca tidak pernah menghubungi keluarganya.
Di sebuah wawancara, Reza Rahadian pernah mengatakan semasa hidupnya hanya dua kali bertemu dengan nenek kesayangannya itu yakni di tahun 2003 ketika Francisca menginjakan kaki ke Tanah Air.
Kemudian tahun 2012, Reza Rahadian datang mengunjungi Francisca ke Belanda, ketika akan bermain dalam film Habibie Ainun.
Tidak banyak pesan yang diberikan nenek Francisca kepada Reza .
"Oma bilang, ‘tetaplah mencintai negara ini. Bagaimana pun kondisi negara ini nantinya, jangan pernah berpikir pindah ke negara lain" tutur Reza Rahadian mengutip WartaKotalive.com.
"Jangan pernah tinggalkan Indonesia. Berkaryalah melalui seni. Hindari penyakit meninggalkan bangsa di kala negara susah dan membutuhkan’." imbuh Reza Rahadian.
Baca juga: Tangis Pilu Syifa Adik Ayu Ting Ting Pingsan di Pemakaman Bayinya, Keluarga Syok Ada Penyesalan
Francisca Fanggidaej dikabarkan meninggal pada usia 88 tahun di Belanda.
Reza Rahadian pun mengaku ikut turun ke jalan mengikuti demo di depan Gedung DPR RI menunjukkan bagian dari dirinya sebagai rakyat Indonesia.
Pemilik nama lengkap Reza Rahadian Matulessy itu mengaku tak memiliki kepentingan apapun.
Lebih dari itu, Reza Rahadian mengaku ingin menyuarakan hal yang membuatnya merasa resah.
"Saya hanya menjadi bagian dari masyarakat. Saya turun sebagai rakyat. Saya menyuarakan apa yang meresahkan, tidak ada paksaan dari siapa pun. Tidak ada latar belakang kepentingan apa pun." ungkap Reza Rahadian mengutip YouTube Kompas TV.
"Semua saya lakukan atas hati nurani saya saja bahwa saya merasa situasi saat ini sudah sangat menggelisahkan" lanjutnya.
"Saya tidak bisa lagi merasa diam adalah pilihan. Saya perlu menyuarakan suara hati saya dan saya menyampaikan hari ini di depan Gedung DPR," ungkap Reza Rahadian.
Reza Rahadian mengaku resah dengan sikap anggota DPR RI yang mencoba menganulir putusan MK soal syarat ambang batas pencalonan kepala daerah.
Padahal, DPR RI merupakan lembaga yang menjadi perwakilan rakyat dan karena hal itu, Reza Rahadian merasa sudah tak memiliki wakil rakyat yang duduk di kursi DPR RI.
"Ketika kita melihat salah satu lembaga yang punya fungsi sebagai garda terdepan yang mengawal UUD dan UU yang dilahirkan, lalu kemudian hari ini coba dianulir lewat sekelompok orang yang punya titel yang sangat amat terhormat yaitu wakil daripada rakyat" ujar Reza Rahadian.
"Tapi kemudian saya tidak lagi melihat ketika keputusan itu sehari sebelumnya merasa bahwa sepertinya bisa diabaikan saja, saya sudah tidak lagi merasa bahwa saya memiliki wakil rakyat lagi di sana." lanjutnya.
"Ini yang paling meresahkan, jadi siapa sebenarnya wakil kita hari ini? Siapa yang mewakili suara kita," beber Reza Rahadian.
Bagi Reza keikutsertaannya dalam aksi demonstrasi hanyalah bagian kecil, namun tetap berharap kehadirannya bisa turut memberikan pengaruh.
"Saya hanya bagian kecil yang turut memberikan suara hati saya, yang semoga bisa memiliki pengaruh, walaupun kecil," ujar Reza Rahadian.
Reza Rahadian ditawari jadi Bupati
Reza Rahadian
tolak revisi UU Pilkada
revisi UU Pilkada
UU Pilkada
Pilkada
Bupati
Wali Kota
Berita Artis
suryamalang
PREDIKSI Skor Persijap Jepara Vs Arema FC, Rekor Lama Singo Edan Tembus 8 Gol Lawan Penakluk Juara |
![]() |
---|
Viral Komisi Penyiaran Minta Media Tak Siarkan Demo Provokatif, Pemprov Bantah Pembatasan Jurnalisme |
![]() |
---|
Inilah 14 Desa di Kabupaten Aceh Tengah Terima Dana Desa 2025 Tertinggi hingga Rp1,2 Miliar |
![]() |
---|
Nasib Ahmad Sahroni Setelah Sebut 'Tolol' Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR Hartanya Rp328 M |
![]() |
---|
'Saya Sangat Sedih' Presiden Prabowo Minta Polisi Tanggung jawab Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.