Berita Malang Hari Ini
Profil Dimas Fariski Setyawan Putra, Mahasiswa ITN Malang Raih Juara I Anugerah Bug Bounty 2024
Warga Kabupaten Malang yang suka belajar meretas data ini mendapat juara 1, mengalahkan para Bug Hunter kategori mahasiswa dari seluruh Indonesia
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Dimas Fariski Setyawan Putra, meraih gelar juara I kategori Mahasiswa dalam Anugerah Bug Bounty 2024.
Mahasiswa S1 Teknik Informatika itu jadi yang terbaik dalam kompetisi yang diadakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya pada Agustus 2024 lalu.
Ajang Bug Hunter bertema Security Starts with You ini diperuntukkan bagi pendidik (dosen dan guru) dan peserta didik (siswa dan mahasiswa).
Bug hunter adalah sebutan untuk orang yang mencari bug atau kerentanan pada sistem, aplikasi, atau website.
Penghargaan tahunan ini untuk menghargai dan mempromosikan peran para peneliti keamanan siber, hacker etis, dan profesional TI yang aktif dalam program bug bounty.
Di mana tujuannya partisipasi aktif individu dalam menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan, sebagai langkah penting dalam memperkuat kerangka keamanan siber secara menyeluruh.
"Dari dulu saya suka belajar meretas data. Kepo cara nge-cheat game sampai mencari tahu kenapa akun game saya bisa kebobolan," kisah Dimas, Rabu (4/9/2024).
Hasil kepoannya berbuah manis. Ia mendapat gelar juara 1 Bug Bounty dan meraih Rp 25 juta .
Warga Kabupaten Malang ini merasa bangga bisa membawa nama baik kampusnya di kancah nasional.
Bahkan bisa unggul dari para Bug Hunter dari Universitas Teknologi Yogyakarta dan Institut Teknologi Sepuluh November.
Dimas mengikuti lomba ini sebagai media untuk mengetes sejauh mana skill yang ia miliki.
Selama ikut kegiatan itu, ia tetap aktif kuliah dan bekerja.
Proses mengikuti program ini dimulai pada Mei 2024 lalu dengan mendaftar.
Lalu pada Juni 2024, selama satu bulan mengikuti babak kualifikasi bersama kurang lebih 300 peserta dari kategori mahasiswa.
Kemudian pada awal Agustus masuk lima besar peserta yang lolos ke babak wawancara.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.