LIPSUS Pilkada Malang Dongkrak UMKM

Paslon Mulai Kampanye di Malang Raya, Pilkada Gerakkan Ekonomi UMKM

Ada rantai ekonomi yang saling terhubung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik dari produk barang maupun jasa.

|
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Lu'lu'ul Isnainiyah
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Ada rantai ekonomi yang saling terhubung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik dari produk barang maupun jasa.

Bahkan pemerintah daerah (pemda) juga mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perputaran ekonomi itu.

"Misalnya, pasangan calon (paslon) butuh Alat Peraga Kampanye (APK). Mereka bisa memberdayakan usaha advertensi di sekitarnya," kata Roby Nur Akbar, dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Merdeka (Unmer) kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (8/9).

Usaha katering juga bergerak untuk order makanan dan minuman untuk proses sosialisasi. Perputaran semacam ini memang juga menjadi daya tarik masyarakat UMKM. Menurutnya, banyak UMKM senang jika ada agenda Pilkada maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Mereka pasti mendapat order lebih banyak dari biasanya. Itu yang menjadi catatan penting positif dalam Pilkada menggerakkan ekonomi UMKM di Malang. Apalagi eskalasi jumlah penduduk di Malang Raya besar dan ada banyak titik kampanye sehingga ekonomi juga bergerak," tambahnya.

Tapi, pelaku usaha tenaga marketing untuk mendekati tim pemenangan agar bisa mendapat order. Biasanya tim pemenangan sudah memiliki kerja sama dengan vendor. Bila vendor tersebut mendapat pesanan sangat besar, biasanya didistribusikan ke vendor lain.

Di masa Pilkada ini, UMKM juga perlu mempersiapkan sumber daya. Seiring proses produksi yang meningkat, otomatis UMKM harus menambah sumber daya, baik mesin maupun manusia.

Seiring pesanan meningkat, harga pun naik. Tapi kadang beberapa UMKM bisa menekan harga dengan margin tipis agar pesanan bisa tetap tinggi.

"Keuntungan proses politik atau demokrasi adalah UMKM bergerak. Ini terkait dengan elektoral. Jika pasangan itu melibatkan usaha masyarakat, maka tingkat elektoralnya pasti juga meningkat. Ada semacam simbiosis mutualistik yang bisa terjalin antara calon dengan masyarakat," imbuhnya.

Selain produk atau barang, UMKM yang menjual jasa juga berpeluang mendapat order semakin besar, seperti persewaan sound system. Karena permintaan sangat tinggi, tim pemenangan pun harus siap-siap order ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhannya.

"Kadang menyewa sound system untuk acara non-pilkada saja sudah sulit. Akhirnya harus mengambil ke Surabaya," ungkap Roby.

Roby mengungkapkan pergerakan ekonomi pada masa Pilkada ini bisa memicu inflasi karena harga barang naik akibat permintaan tinggi. Setelah proses Pilkada selesai, pasti harga akan kembali normal.

"Dalam ekonomi, gejolak terjadi karena ada event sehingga pasti terjadi inflasi," tambahnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved