Selasa, 28 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Cahyo Pranoto, Guru SDN di Kota Batu Jadi Wisudawan Terbaik S2 di UT Malang

Universitas Terbuka (UT) Malang melaksanakan kegiatan wisuda periode II tahun 2024 di Graha Cakrawala, Selasa (10/9/2024).

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Cahyo Pranoto, wisudawan S2 peraih IPK sempurna 4,00. Ia guru SDN di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas Terbuka (UT) Malang melaksanakan kegiatan wisuda periode II tahun 2024 di Graha Cakrawala, Selasa (10/9/2024).

Ada sebanyak 1230 lulusan dari lulusan program Magister, Sarjana dan Diploma yang dikukuhkan lewat Surat Keputusan Rektor UT.

"Untuk ikut wisuda di UT pusat itu pilihan. Jadi lulusan bisa ikut wisuda ke pusat maupun di daerah," jelas Dr Lilik Sulistyowati MSi, Direktur UT Malang kepada SURYAMALANG.COM.

Sebanyak 97 lulusan UT Malang ikut wisuda di UT pusat. Wisudawan UT Malang berasal dari 13 kabupaten/kota yang menjadi wilayahnya. Sebanyak 1230 orang itu dari FEB 131 orang, FHISIP 96 orang, FKIP 988 orang.

Kemudian, FST 13 dan Pascasarjana ada dua orang. Wisudawan S2 yang meraih IPK sempurna yaitu 4,00 adalah Cahyo Pranoto. Ia dari pokjar "Salut" Kota Batu. Ia lulusan  prodi S2 PGSD FKIP. Ia kuliah S2 selama enam semester.

"Saya kuliah untuk mendukung profesi guru. Ada pepatah, belajarlah sepanjang hayat," kata guru SDN Mojorejo 01 Kota Batu ini.

Yang membuatnya termotivasi kuliah S2 adalah kepala sekolahnya. "Ibu kasek saya meminta guru untuk meningkatkan kompetensi lewat manapun. Bisa lewat reguler kuliah atau webinar-webinar. Saya ikuti saran beliau. Saya masuk ke UT dan mendapat nilai 4," kata Magister Pendidikan ini.

Alasan ia memilih kuliah di UT karena fleksibel. "Kita belajar mandiri dan ada kegiatan-kegiatan tatap maya. Belajar kita itu tidak dituntut langsung selesai tapi ya tergantung kita sendiri," katanya.

Jika disiplin, maka akan cepat selesai. Kegiatan perkuliahan rata-rata di hari libur dan tidak menganggu aktifitasnya sebagai guru. Dari angkatannya, hanya tiga orang yang lulus.

Ia mengangkat tesis tentang peningkatan media pembelajaran khususnya perpaduan kegiatan pionering/kepramukaan dalam permainan.

Menurut dia, saat pandemi, anak-anak kebanyakan main gadget. Tapi ia mengalihkan ke permainan tali temali atau lainnya. Ia mengambil lokasi penelitian di sekolahnya dan disetujui dosen pembimbing. Hal ini jadi memudahkan tugas akhirnya.

"Keberhasilan saya dengan IPK 4,00 juga karena dorongan dari keluarga. Apalagi kan saya sudah berkeluarga. Pasti ada gangguan dari anak-anak apalagi pas ada kegiatan webinar," tutur guru ini.

Maka kuncinya adalah pada kemauan belajar yang tinggi dan lingkungan yang mendukung.

Sementara itu Prof Dr Paken Pandiangan SSi MSi, Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT berharap kegiatan wisuda bisa menjadi tonggak langkah mereka berikutnya. Meski sebagian besar wisudawan sudah bekerja.

"Setelah lulus dari UT, kami berharap mereka kembali ke intitusi masing-masing dan memberikan kontribusi terbaik sebagaimana mereka dapatkan di bangku kuliah. Sehingga dapat memajukan institusinya," kata Paken.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved