LIPSUS Malang Raya Vs TBC

Peran Penting Relawan Pendamping Pengidap TBC, Jadi Orang Terdekat Memotivasi, Jaga Semangat Sembuh

Bayti Ikhsanita adalah salah satu relawan yang telah bekerja mendampingi pengidap sejak 2016.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
Dokumen Pribadi Bayti Ikhsanita
Kegiatan Bayti Ikhsanita saat mendampingi pasien TBC RO yang datang ke RS Saiful Anwar Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Salah satu peran penting yang dapat mewujudkan tercapainya eliminasi TBC pada 2030 adalah keberadaan relawan yang mendampingi pengidap.

Posisi mereka sangat penting karena berpengaruh pada konsistensi pengidap TBC mengonsumsi obat.

Baca juga: Pemkot Malang Kejar Temuan Kasus TBC, 27 Rumah Sakit dan Puskesmas Bisa Menangani Tuberkulosis

Tak hanya itu, terkadang relawan atau pendamping minum obat juga menjadi orang terdekat yang tak jarang mengenal kehidupan pengidap.

Bayti Ikhsanita adalah salah satu relawan yang telah bekerja mendampingi pengidap sejak 2016.

Selama delapan tahun perjalanannya mendampingi pengidap, banyak peristiwa yang ia alami.

Mendampingi pasien tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. 

Duka dan suka telah ia rasakan. Ada pengidap yang berhasil didampingi, pun ada yang gagal.

Semuanya telah ia rasakan dan tetap menjalani pendampingan dengan penuh semangat hingga saat ini.

Di temui di sebuah kafe yang dekat dengan tempatnya bekerja, Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, Beti sapaan akrabnya bercerita bahwa ia adalah manajer kasus TBC resistansi obat (RO) dari Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Kota Malang.

Tugasnya memastikan pengidap RO terhubung dengan pendamping yang seorang penyintas.

Penyintas dapat menjadi teman bagi pengidap sepanjang masa-masa mengonsumsi obat.

Dahulu, pengidap RO bisa mengonsumsi obat yang berjumlah belasan dalam waktu cukup Panjang. Ada yang mencapai 24 bulan atau 2 tahun.

Kini, dengan perkembangan yang ada, pengidap RO kemungkinan bisa sembuh dalam waktu enam bulan.

Dalam masa percobaan, bisa saja konsumsi obat mencapai setahun dulu.

Selain memastikan pengidap memiliki pendamping, Beti juga mendampingi pengidap. Berinteraksi dengan keluarganya. Memberi semangat kepada pengidap.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved