LIPSUS Malang Raya Vs TBC

Peran Penting Relawan Pendamping Pengidap TBC, Jadi Orang Terdekat Memotivasi, Jaga Semangat Sembuh

Bayti Ikhsanita adalah salah satu relawan yang telah bekerja mendampingi pengidap sejak 2016.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
Dokumen Pribadi Bayti Ikhsanita
Kegiatan Bayti Ikhsanita saat mendampingi pasien TBC RO yang datang ke RS Saiful Anwar Kota Malang. 

Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Malang.

 Seorang perempuan yang ia damping meminta putus mengonsumsi obat karena tak ingin efek samping obat membuatnya terlihat buruk.

“Memang salah satu efek samping mengonsumsi obat TBC adalah kulit menjadi hitam pekat. Nah, karena anak ini mau menikah, dia tidak ingin efek itu terjadi,” katanya.

Bahkan Perempuan yang ia damping itu minta suntik pemutih kulit.

Beti awalnya menyarankan untuk tidak melakukan itu, namun karena ingin tampil cantik di hari pernikahan yang akan berlangsung beberapa bulan lagi, Perempuan itu pun melakukan suntik pemutih.

“Dampaknya, kulitnya melepuh. Setelah peristiwa itu, saya mulai sulit bertemu dengan dia,” katanya.

Upayanya datang ke rumah untuk menemui langsung si pengidap tidak pernah berhasil.

Ketika datang ke rumahnya, orangtua pengidap yang selalu menemui. Dengan berbagai macam alasan, pihak keluarga meyakinkan Beti bahwa orang yang ia damping tidak bisa ditemui.

“Sampai sekarang belum bertemu lagi, semoga dia mau menjalani pengobatan kembali,” katanya.

Bagi Beti, menjadi relawan seperti ini adalah panggilan jiwa. Alumnus Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro itu selalu merasa pekerjaan yang ia jalani sekarang adalah keinginannya.

Melihat orang-orang yang ia damping menjadi sembuh adalah sesuatu yang sangat ia banggakan sebagai seorang relawan.

Beti berharap, kesadaran publik akan TBC meningkat sehingga upaya menanggulanginya bisa lebih efektif.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved