Berita Viral

Terjadi Lagi Konsumsi Atlet PON 2024 Dihujat, Kini Giliran Snack Isinya Roti dan Santan Kemasan

Terjadi lagi konsumsi atlet PON 2024 dihujat warganet buntut isinya yang diluar dugaan. Kini snack isinya roti dan santan kemasan.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
TikTok
Terjadi Lagi Konsumsi Atlet PON 2024 Dihujat, Kini Giliran Snack Isinya Roti dan Santan Kemasan 

"Misalnya dalam distribusi, kami memutuskan untuk menambah armada khusus yang didedikasikan untuk jalur-jalur distribusi."

"Agar atlet mendapatkan konsumsi tepat waktu, tanpa mengganggu jalur distribusi lain yang telah terjadwalkan," kata Diaz dalam keterangannya, Rabu (11/9/2024), seperti dikutip dari Kompas.com.

Diaz juga menekankan pentingnya fleksibilitas dan kecepatan dalam menghadapi tantangan operasional semacam ini.

"Semua pihak baik dari PB PON maupun Pemprov Aceh, bergerak dengan satu tujuan, menjamin kenyamanan dan kebutuhan para atlet terpenuhi tepat waktu sehingga mereka bisa fokus pada pertandingan," ujarnya.

Selain armada tambahan, PB PON dan Pemprov Aceh juga mengerahkan tenaga bantuan dari siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Banda Aceh.

Para siswa ini diikutsertakan dalam proses pengepakan makanan, satu tahapan dari distribusi konsumsi para atlet.

"Mereka kami libatkan dalam berbagai peran, khususnya di bagian pengepakan makanan, agar prosesnya bisa lebih cepat dan efisien," ungkapnya.  

Diaz tidak menampik dalam acara sebesar PON, kendala-kendala yang terjadi bukan hal yang bisa dihindari sepenuhnya.

Namun, fokus utama adalah bagaimana mengatasi kendala tersebut dengan cepat dan efisien. 

Langkah evaluasi dan perbaikan segera dilakukan setiap kali muncul hambatan, dengan tujuan menjaga kelancaran operasional di semua sektor.

"Tidak ada acara sebesar PON yang tanpa tantangan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana penanganannya dilakukan,"

"Kami selalu mengutamakan kolaborasi dan sinergi antara PB PON, Pemprov Aceh, serta pihak-pihak lain yang terlibat agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan cepat," kata Diaz.

 Kondisi jalan menuju GOR Bola Voli Indoor Sumut Sport Center untuk pertandingan voli indoor dalam PON XXI Aceh-Sumut di Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, belum rampung, Selasa (10/9/2024). (KOMPAS.com/GOKLAS WISELY)
 Kondisi jalan menuju GOR Bola Voli Indoor Sumut Sport Center untuk pertandingan voli indoor dalam PON XXI Aceh-Sumut di Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, belum rampung, Selasa (10/9/2024). (KOMPAS.com/GOKLAS WISELY) ()

Atlet juga mengungkapkan kekecewaannya terkait fasilitas dan sarana pertandingan di Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Di antaranya lapangan kotor dan berdebu karena pengerjaan venue belum sepenuhnya rampung.

Tak hanya itu, toilet juga tidak tersedia.

Hal inilah membuat para atlet dan pelatih tidak nyaman untuk bertanding maupun latihan.

Bahkan pelatih harus mengepel lapangan terlebih dahulu karena lapangan kotor agar tidak menganggu para atlet.

Seperti dikutip dari Kompas.com, pantauan di lokasi para pekerja masih melakukan perbaikan di sana sini.

Mereka masih sibuk memasang besi serta alas untuk lapangan latihan.

Mirna Chairunnisa, satu di antara atlet voli putri Sumatera Utara yang merasakan sesak napas saat latihan.

Ia tidak bisa menutupi kekecewaannya atas sarana dan fasilitas gelaran PON 2024.

Ditambah ia merupakan atlet tuan rumah.

"Kami sedikit kecewa dengan PON XXI, sesak napas juga saat latihan, cuma mau gimana lagi," kata Mirna Chairunnisa, Rabu (11/9/2024), dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, pelatih voli Jawa Barat, Samsul juga merasakan hal yang sama seperti Mirna.

Ia mengaku kecewa dengan sarana dan prasarana yang dilihatnya di venue voli indoor.

Menurutnya ini merupakan PON terburuk.

"Tapi kenyataan, ya semua orang bisa melihat bahwa sarana dan prasarana, ya selama PON digelar di Indonesia, mungkin ini yang terburuk," kata Samsul Jais saat diwawancarai di lokasi, Selasa (10/9/2024). 

Samsul pun mengeluhkan beberapa hal.

Mulai dari akses jalan yang kurang memadai, lapangan untuk latihan yang belum siap hingga kamar mandi yang tidak berfungsi dengan baik.

"Kami yang berlatih, harus ngepel dulu (di lapangan pertandingan)," ungkap Samsul.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved