Kronologi Perampokan Satu Keluarga Memakan Korban Tewas, Bocah 10 Tahun Trauma
Kronologi perampokan satu keluarga hingga memakan korban tewas, bocah 10 tahun curhat trauma ayahnya dipukuli pelaku, langsung pusing.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Selain itu, botol minuman keras dan kopi ditemukan di sekitar halaman rumah bersama dengan ceceran darah.
Para pelaku juga diduga melarikan sebuah mobil jenis Expander milik korban.
"Langkah-langkah yang telah kami ambil antara lain memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, dan membawa korban ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut," ungkap Kapolsek Cibungbulang.
Baca juga: Dulu Kuli Bangunan, Sosok Anas Pemuda Asal Malang Punya Rp 1 M di Umur 21 Tahun Sempat Jual Gorengan

Setelah empat orang pelaku ditangkap, terungkap motif di balik aksi perampokan sadis itu dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi.
Tak hanya itu, pelaku D dengan korban tewas benama Haris (26) ternyata sudah saling mengenal.
Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara mengungkap, kendaraan roda empat empat lokasi korban tewas ditemukan itu merupakan milik pelaku D selaku otak dari aksi kejahatan ini.
"Sudah saling kenal, bahkan mobil Calya yang pada saat kejadian ada di rumah korban itu adalah mobil yang digadaikan oleh D kepada HS sebesar Rp23 juta," ujar Teguh kepada wartawan, Senin (23/9/2024).
Lalu alasan kuat di balik aksi perampokan, pembunuhan serta penganiayaan terhadap tiga anggota keluarga lainnya didasari gadai kendaraan tersebut.
Teguh mengatakan, korban mendesak pelaku untuk menebus kendaraan tersebut namun tidak mampu membayar, sehingga timbulah niat jahat pelaku.
"Tujuan utama mengambil barang-barang berharga milik korban, beberapa di antaranya adalah mengambil mobil Expander milik korban dan mengambil kembali mobil tersangka yang digadaikan oleh tersangka kepada korban," jelas Teguh.
Baca juga: Nomer Telu Paling Ayu, Kris Dayanti-Kresna Dewanata Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Kota Batu 2024

Korban anak A yang sempat dilarikan ke rumah sakit bersama ibu dan neneknya kini sudah mulai membaik.
A diizinkan pulang dan tinggal bersama keluarga sementara ibunya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Bocah berusia 10 tahun itu hingga kini masih mengalami trauma usai kejadian mengerikan menimpa keluarganya.
Bahkan, A melihat langsung saat keluarganya dibantai oleh para pelaku yang berjumlah empat orang.
Hal itu diutarakan A saat curhat kepada Uwa-nya, yakni Elis.
perampokan sadis satu keluarga
perampokan satu keluarga
satu keluarga
perampokan
Kabupaten Bogor
Kecamatan Pamijahan
suryamalang
NASIB Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank Dinonaktifkan UGM, Pernah Terjerat Kasus Ijazah Palsu |
![]() |
---|
LINK NONTON Drama Korea See You in My 19th Life Full Episode 1-12 Tamat Sub Indo, Baca Sinopsisnya |
![]() |
---|
Inilah 10 Desa di Kabupaten Mandailing Natal Sumut Dapat Dana Desa 2025 Tertinggi Mencapai Rp 1,3 M |
![]() |
---|
Bedah Kekuatan Persijap Jepara Vs Arema FC, Juara Liga Saja Kewalahan Jumpa Lagi Setelah 11 Tahun |
![]() |
---|
Petuah Pelatih Arema FC untuk Salim Tuharea Baru Dipanggil Timnas Indonesia U23, Awalnya Tak Dilirik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.