LIPSUS Adu Slogan di Pilkada Malang Raya
Pilkada Malang Raya, Jargon Termasuk Janji Politik
Jargon atau tagline yang dibawa oleh pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) termasuk janji politik.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Jargon atau tagline yang dibawa oleh pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) termasuk janji politik. Hampir semua jargon paslon bersifat positif.
Karena sebagai janji politik, masyarakat pun berharap paslon terpilih dapat merealisasikan jargon tersebut.
"Bagi masyarakat, janji politik itu sebagai tolok ukur untuk berpartisipasi jika paslon itu terpilih menjadi kepala daerah," kata Frida Kusumastuti, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada SURYAMALANG.COM kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (21/9).
Frida mencontohkan beberapa jargon yang diusung dalam Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Malang 2024, seperti mbois, berkelas, bermartabat, dan sebagainya.
Menurutnya, jargon 'mbois' dan 'berkelas' untuk mendorong partisipasi dalam menggali dan menunjukkan kekhasan budaya Kota Malang.
Sedangkan tagline 'Nyaman, Kreatif, dan Berdaya Saing' dari pasangan Heri Cahyono-Ganisa Pratiwi Rumpoko mendorong partipasi sebagai good citizen, aksi budaya, dan peningkatan ekonomi secara nasional, regional, dan internasional.
Dalam bahasa Malangan, mbois seperti keren atau bagus. Artinya, pemerintahan yang akan datang akan mengakomodasi dan mengajak warga untuk berkolaborasi dalam menggali atau memperkuat identitas secara bersama-sama.
Sedangkan tagline 'nyaman' terkesan lebih formal, terstruktur, dan sistematis. Menurutnya, semangat ini terkesan memberi beban lebih banyak kepada pemerintahan dalam melayani masyarakat. Namun, tagline ini juga menawarkan kesiapan pemerintahan dalam memberi layanan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.
Tapi tagline 'nyaman, kreatif, dan berdaya saing' seolah merangkum semangat muda dan warga senior.
"Ini lebih komplet dibandingkan dua tagline lain. Ini mengesankan perhatian tidak hanya pada dinamika kreativitas yang disukai oleh warga muda, tapi juga kualitas hidup yang disukai oleh warga senior. Juga menyinggung sisi berdaya saing dan ekonomi kreatif," ujarnya.
| Adu Slogan di Pilwali Kota Malang, Mulai dari Mbois Berkelas sampai Lupakan Mantan |
|
|---|
| Adu Slogan di Pilwali Kota Batu, Mulai Mbatu Sae sampai Sejuk |
|
|---|
| Makna Slogan 'Tandang' di Pibup Malang dan Pilwali Kota Batu |
|
|---|
| Pilkada Malang Raya, Warga Belum Tahu Visi Misi Paslon |
|
|---|
| Pilkada Malang Raya, Paslon Usung Jargon Lama untuk Sempurnakan Kekurangan di Masa Lalu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/misinformasi-corona-umm.jpg)