Sabtu, 11 April 2026

Pilwali Kota Malang 2024

Blusukan Jadi Cara Abah Anton Mencari Solusi Persoalan Warga Kota Malang

M Anton dan Dimyati bercerita banyak tentang latar belakang mereka maju dalam kontestasi Pilwali Kota Malang 2024.

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 3, M Anton dan Dimyati Ayatulloh, saat peresmian posko pemenangan di Jl S Parman, Kota Malang, Rabu (2/10/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Calon Wali Kota Malang, Mochammad Anton, bersama pasangannya Dimyati Ayatullah datang ke kantor redaksi Harian Surya, Rabu (2/10/2024).

M Anton dan Dimyati bercerita banyak tentang latar belakang mereka maju dalam kontestasi Pilwali Kota Malang 2024.

Di balik cerita-cerita yang disampaikan, ada hal unik terungkap. Cerita unik itu antara lain seperti Dimyati yang tidak menyimpan nomornya Abah Anton, sapaan akrab M Anton.

Saat ditelepon langsung oleh Abah Anton, Dimyati sempat bingung. Pun bagaimana Abah Anton menemukan sosok Dimyati yang berasal dari kunjungannya ke suatu tempat yang membutuhkan dukungan sosial.

Abah Anton mengawali cerita mengapa dirinya maju kembali di Pilkada 2024. Ia menegaskan, alasan yang mendasar adalah dorongan dari masyarakat sendiri.

Abah Anton mengklaim banyak program-program pro rakyat yang belum tuntas saat ia menjabat wali kota periode 2013-2018. Masyarakat menginginkan program-program itu berlanjut kembali.

"Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Malang yang masih memberikan kepercayaan kepada kami."

"Jadi, banyak persoalan masyarakat yang disampaikan ke kami. Bahwa ada semacam perbedaan yang sangat mencolok sekali dalam rangka penataan kebijakan untuk Kota Malang," kata Anton.

Saat itu, Abah Anton kerap melakukan blusukan ke perkampungan warga. Dari kegiatan itu, Abah Anton banyak mendengar aspirasi masyarakat. Menurutnya, blusukan menjadi cara yang tepat untuk mencari solusi atas persoalan rakyat.

"Dengan program blusukan, memberikan satu soilusi yang tepat. Di situlah ajang untuk menyampaikan uneg-uneg warga kepada kami. Masyarakat sering datang ke rumah saya, bahkan saya sebut sebagai rumah sambatan."

"Di situlah masyarakat menyampaikan persoalannya kepada saya. Masyarakat bertemu dengan saya, bercengkrama dengan saya, menyampaikan persoalan yang memang harus diatasi dengan tepat."

"Dan tentunya ini menjadi satu kerinduan sendiri kepada masyarakat karena mereka berpendapat bahwa seorang pemimpin adalah pelayan yang diharapkan benar-benar bisa dekat dan melayani dengan cepat," kata Abah Anton.

Bagi Anton, bukan berarti menepikan apa yang telah dikerjakan pemimpin terdahulu. Menurutnya, setiap kepemimpinan memiliki ciri khasnya sendiri. Setiap pemimpin selalu memiliki strategi sendiri. Namun begitu, jika ada hal-hal yang belum selesai, maka sudah menjadi keharusan untuk menyelesaikannya.

Abah Anton menilai, banyak hal yang perlu diselesaikan olehnya dan Dimyati saat memimpin nanti. Hal itu menjadi dorongan tersendiri bagi Abah Anton untuk maju di Pilkada 2024 Kota Malang. Salah satu yang ia rasakan belum tuntas adalah kedekatan pemimpin dengan masyarakatnya.

Abah Anton akan melakukan blusukan atau turun langsung ke masyarakat. Ia melihat, perosalan masyarakat bisa benar-benar terlihat dengan cara itu. Tak hanya masuk ke gang-gang kecil saja, Abah Anton mengatakan dirinya sampai masuk ke dapur warga yang rumahnya ia datangi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved